EVALUASI FUNGSI DAN IDENTIFIKASI MODEL ARSITEKTUR POHON DI KAWASAN KOMPLEK PEMERINTAHAN KABUPATEN BANJARNEGARA
BAYU HANDOKO, Ir. Dwi T. Adriyanti, M.P.
2014 | Skripsi | BUDIDAYA HUTANRTH, agar fasilitas Pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH), merupakan salah satu upaya dalam memperbaiki kualitas lingkungan. Pemilihan jenis pohon penyusun vegetasi RTH harus disesuaikan dengan fungsi-fungsi yang diharapkan dari keberadaan ruang terbuka hijau tersebut dapat terpenuhi. Perencanaan dan penataan RTH, digunakan untuk mengatur kesesuaian fungsi vegetasi dengan tujuan penggunaan lahan. Kesesuaian antara fungsi jenis pohon penyusun vegetasi RTH dengan tujuan penggunaan lahan, akan memaksimalkan fungsi-fungsi yang dibutuhkan, seperti fungsi ekologis, sosial-budaya, estetika dan fungsi ekonomis. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis-jenis pohon yang tumbuh, serta mengetahui kesesuaian jenis pohon tersebut berdasarkan model arsitektur pohon pada area tersebut. - Komplek pemerintahan Kabupaten Banjarnegara merupakan kawasan yang di dalamnya terdapat berbagai fasilitas dan membutuhkan perencanaan serta penataan fasilitas yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode inventarisasi dan evaluasi. Kawasan penelitian dibagi menjadi 3 blok berdasarkan fungsi dan penggunaanya. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk mengevaluasi jenis pohon penyusun vegetasi RTH hasil inventarisasi, berdasarkan pada fungsi dan model arsitekturnya. Hasil inventarisasi pohon di kawasan komplek pemerintahan Kabupaten Banjarnegara diperoleh 39 jenis pohon, yang tergolong dalam 19 famili dan 11 model arsitektur. Model arsitektur pohon yang mendominasi pada kawasan komplek pemerintahan Kabupaten Banjarnegara adalah model troll, selain itu model arsitektur pohon lain yang teridentifikasi adalah attim, aubreville, champagnat, corner, cook, petit, rauh, roux dan scarrone.
The development of green open space is one of approaches to improve environmental quality. Tree species selection of the vegetation in green open space should be compatible to the land-use purpose in order to achieve its functions. Planning and structuring of green open space project are essential to consider the compatibility of tree species selection with the land-use purpose. It will optimise its functions including ecological, socio-cultural, aesthetic and economical function. This research was aimed to identify tree species and evaluate its compatibility due to the architectural model in the area. Government administration office of Kabupaten Banjarnegara covers an area consisting of facilities which require a green open space planning and structuring to optimize its functions. This research was conducted using inventory and evaluation methods. The area of research was divided into 3 blocks based on its function and usage. A descriptive qualitative method was used to identify and analyzed the variety of trees in the green open space, based on its function and tree architectural model. The results showed that species of trees were identified and classified into 19 families and 10 architectural models. The troll architectural model was dominated in government administration office area of Kabupaten Banjarnegara. The other architectural model identified in this research are attim, aubreville, champagnat, corner, cook, petit, rauh, roux and scarrone.
Kata Kunci : Ruang Terbuka Hijau, Kawasan Komplek Pemerintahan, Kabupaten Banjarnegara, Model Arsitektur Pohon.