Laporkan Masalah

HUBUNGAN PENDAPATAN USAHATANI DENGAN TINGKAT MIGRASI TENAGA KERJA MASYARAKAT PEDESAAN (KASUS DI DESA AYAH, KECAMATAN AYAH, KEBUMEN)

AGAM RAFSANJANI, Dr. Sudrajat, M.P.

2014 | Skripsi | GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Pertanian merupakan lapangan pekerjaan utama bagi penduduk Desa Ayah. Uniknya, di desa ini banyak muncul fenomena migrasi yang cukup tinggi khususnya migrasi internasional. Masalah ini memunculkan pertanyaan besar terkait apakah pertanian sebagai sektor utama tidak mampu menjanjikan masa depan perekonomian lebih baik sehingga warga desa memilih untuk bermigrasi? Tujuan pelitian ini adalah untuk mengkaji hubungan antara pendapatan usahatani dengan tingkat migrasi tenaga kerja masyarakat pedesaan. Penelitian ini menggunakan metode survai dengan daerah penelitian ditentukan secara purposive dengan alasan penduduk Desa Ayah didominasi oleh pekerja di sektor pertanian dan di daerah ini juga banyak fenomena migrasi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terstruktur menggunakan kuesioner. Reponden dalam penelitian ini ditentukan secara purposive dengan kriteria responden merupakan petani dan memiliki anggota rumah tangga yang pernah melakukan migrasi. Analisis data dilakukan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan analisis statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan usahatani cenderung rendah dengan rata-rata pendapatan Rp 1.198.000/bulan. Tingkat migrasi dalam rumah tangga tani juga tergolong rendah dimana angka tingkat migrasi hanya <50%. Uji korelasi menujukkan bahwa hubungan pendapatan usahatani dengan tingkat migrasi searah sangat lemah dan tidak signifikan (r >0,05) yang berarti pendapatan usahatani dan tingkat migrasi tidak benar-benar berkorelasi

Agriculture is the main occupation for Ayah Village’s communities.Uniquely, in this village was found numbers of migration phenomenon especially international migration. This problem indicates to one big question: does agriculture sector can’t give the communities some precious things to bring them to the bright future so they choose to migrate? The objective of this study is to explore the correlation between agricultural income with migration rate of rural manpower. This study uses survey method. Study area was chosen purposively in case Ayah Village’s communities was dominated by worker that come from agricultural sector and also in this area was found numbers of migration phenomenon. Data aquistition was done by structural interrogation by using questionaire. The object was chosen purposively by some criteria which are farmer and have minimum one of migrating household member. Data analysis was conduct by using descriptive quantitative and statistical analysis. The result of this study shows that agricultural income is commonly low with income average about Rp1.198.000/month. Migration rate also shows small degree that shows <50% high. Correlation analysis shows that there is a weak correlation between agricultural income with the migration rate. The significance number is >0,05. It indicates that agricultural income and migration not really correlate each other.

Kata Kunci : pendapatan usahatani, migrasi, tenaga kerja, pedesaan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.