Perilaku harga lada di Indonesia
SAHARA, Dewi, Ir. Sutrilah, MS
2001 | Tesis | S2 Ekonomi PertanianSebagai komoditas perkebunan, lada merupakan produk tertua dan terpenting dari produk rempah-rempah yang diperdagangkan di dunia dan menjadi komoditas ekspor tradisional andalan Indonesia. Masa depan perladaan Indonesia cukup cerah karena produksi lada selain digunakan untuk konsumsi dalam negeri, juga digunakan untuk memenuhi permintaan pasar dunia. Harga lada berfluktuasi dan tingkat harga yang diperoleh petani dibatasi oleh aspek mutu. Penaksiran mutu lada lebih ditentukan oleh pedagang perantara sehingga petani cenderung menerima harga yang rendali. Oleh karena itu diperlukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi fluktuasi harga dan mengevaluasi sistem pemasaran lada baik pada pasar lokal maupun pasar ekspor. Penelitian ini menggunakan data time series dari tahun 1980-1999. Untuk mengetahui fluktuasi harga lada di tingkat petani dianalisis secara musiman dengan melihat hubungan antara harga yang diterima petani dengan produksi yang dihasilkan, sedangkan untuk melihat ekuilibrium harga dinamis jangka panjang dianalisis secara simultan dengan melihat faktor-faktor yang mempengaruhl penawaran dan permintaan lada. Sistem pemasaran lada dianalisis dengan melihat efisiensi penetapan harga yang meliputi margin pemasaran, elastisitas trausmisi harga dan integrasi pasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fluktuasi harga lada di tingkat petani tidak dipengaruhi oleh produksi sehingga fluktuasi harga secara musiman menjauhi tit& keseimbangan, sedangkan analisis ekuilibrium harga menunjukkan bahwa pasar lada berada dalam keadaan ekuiIibrium dinamis stabil yang berarti harga lada dalam jangka panjang akan mengarah pada harga keseimbangan karena banyak faktor yang mempengaruhi permintaan pasar. Analisis sistem pemasaran lada baik untuk pasar lokal maupun pasar ekspor menunjukkan bahwa kedua pasar tersebut tidak efisien dan mengarah pada pasar persaingan tidak sempurna karena adanya eksploitasi harga oleh pedagang perantara sehingga distribusi keuntungan (pro$t margin) lebih dinikmati oleh salah satu pelaku pemasaran, Dalam upaya meningkatkan harga lada di tingkat petani dan mengurangi spekulasi pedagang perantara maka disarankan agar membekali petani dengan ketrampilan penanganan pasca panen, mengembangkan kelembagaan pasar pedesaan seperti pasar lelang, membentuk lembaga pemasaran atau badan usaha untuk memperpendek jalur pemasaran sehingga harga di tingkat petani lebh mendekati harga pasar, serta mengembangkan sistem informasi pasar agribisnis
As plantation plant species, pepper is one of the oldest and most important spices in world trading, and has long been a traditionally leading export commodity of Indonesia. Indonesia pepper perspective is good looking as aside from being consumed locally, it also supplies world market demands. However, pepper price fluctuate considerably, and farmer price level is constrained mostly by quality. Quality grading is largely determined by an intermediate trader, resulting understandably a tendency of under grading in order to buy pepper price fluctuation, and to evaluate its marketing system for both local and export market. The study was based on time-series data ftom 1980 to 1999. Price fluctuation at farmer level was studied through seasonal analysis on the relationship between farmer price level and yield production, while dynamic longterm equilibrium price was studied by simultan analysis of factors presumably associated with pepper supply and demand. Marketing system was analyzed by calculating price taggmg efficiency which include marketing margm, price transmission elasticity, and market integration. Research results indicate that pepper price fluctuation at the f m e r level was not significantly affected by pepper production, giving seasonal price fluctuation moved away from equilibrium, meanwhde price equilibrium analysis indicated that pepper market was in dynamically stable equilibrium, meaning that pepper price in the long-run tends to an equilibrium as market demand depends on many factors. Marketing system analysis of both local and global market revealed that they were both inefficient, leading to unjust competition due to price exploitation by intermediary traders, leaving profit margm distribution in the hand of just one of marketing component. To improve pepper price at farmer level and to reduce speculative buying of intermediary traders, it is suggested to provide farmers with extension works on pepper post-harvest, organize rural auction body, marketing or trading unit to shorten marketing chain of the commodity to make pepper price at the farmer level close to that of market price, and develop an ambusiness market information system.
Kata Kunci : Usahatani,Harga Lada, price behavior, pepper, and marketing