Laporkan Masalah

Kajian tingkat adopsi teknologi pembenihan ikan mas (Cyprinus carpio) pada sentra benih ikan di Sumatera Barat

AZWARDI, Dedi, Dr.Ir. Sri Peni Wastutiningsih

2001 | Tesis | S2 Ekonomi Pertanian

Ketersediaan benih ikan mas di Sumatem Barat klum &pat terpenuhi karena masih rendahnya produksi dan mutu benih ikan yang dihasilkan oleh Usaha Pembenihan Ralcyat (UPR). Paket teknologi pembenihan ikan mas sudah direkomendasikan dan disebarluaskan kepada pembenih, tetapi tingkat penempannya masih rendah. Berdasarkan permdahan tersebut maka perlu dilakukan evaluasi penerapan teknologi pembenihan ikan mas dengan melakukan penelitian pa& sen~ra benih ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat adopsi teknologi pembenihan ikan mas, mengetahui korelasi antara tingkat produksi dan mutu benih ikan serta faktor-faktor yang mempenganh terhadap adopsi teknologi pembenihan ikan mas. Penelitian ini menggunakan data cross-section dengan mewawancarai 90 orang pembenih yang dipilih secara stratifiel random sampZing berdasarkan luas areal yang dimiliki. Untuk mengetahui tingkat adopsi teknologi digunakan model teknik tertimbang dan dilanjutkan dengan uji parameter proporsi. Sedangkan untuk mengetahui korelasi antara tingkat adopsi dengan tingkat produksi dan mutu benih ikan digunakan teknik korelasi Product Moment Pearson. Selanjutnya untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat adopsi teknologi diestimasi dengan model regresi linear berganda dengan menggunakan metode OLS (Ordinary kusr Spare), dan dikembangkan ke analisis jalur (Path AmZysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat adopsi teknologi pembenihan ikan mas masih tergolong rendah. Komponen teknologi yang sangat rendah adopsi teknologinya adalah penyediaan pakan dan pemupukan kolam sexta pemberantasan hama dan penyakit. Antara tingkat adopsi teknologi dengan tingkat produksi dan mutu benih ikan yang dihasilkan pembenih berkorelasi positif dan kuat. Sedangkan faktorfaktor yang berpengaruh terhadap adopsi teknologi pembenihan ikan mas adalah kohesi kelompoktani, intensitas penyuluhan, pendidikan non formal, kemudahan dalam memperoleh induk ikan dan modal usahatani.

Carp fiy demand in West Sumatera is still unable to meet due to low production and quality of carp fry locally produced. Recommended technique for carp hatchery has been formulated and disseminated to fiy producing fanner, but their adoption is still quite low. It is therefore jusfifiable to evaluate carp hatchery technique adoption of ~IY producing farmer. Specifically, the study is intended to find out to what adoption level of fry producing fanner for recommended procedure for carp hatchery, determine correlation between carp fiy quality and carp production, and identifL what factors play role in the technology adoption. Cross-section data from interviews of 90 fiy producing farmers were used. They were selected using stratifiel random sampling with hatchery size as the basis of stratification. Weighted average was used as a measure of technology adoption, followed by test of proportion. Pearsoxian Product Moment Correlationwas used to measure the level of linear association between carp fiy quality and carp production. Ordinary Least Square multiple linear regression and path analysis was used to see relationship of factors affecting technology adoption by the farmers. The results showed that farmer adoption of carp hatching procedure was quite low with respect to feed and fertilizer also pest control. Adoption level of technology strongly and positively correlated with both fiy production and quality. Meanwhile, factors responsible for technology adoption were farmer cohesiveness, frequency of extention service, informal education, assess to broodstock and capital.

Kata Kunci : Usahatani,Pembenihan Ikan Mas,Adopsi Teknologi, Adoption, hatchery technique, carp


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.