Laporkan Masalah

Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Binahong (Anredera cordifolia) Topikal terhadap Jumlah Fibroblast pada Proses Penyembuhan Luka Gingiva Tikus Putih (Rattus norvegicus)

BINGAR BAGASTAMA, drg. E. Riyati Titi Astuti, M.Kes., Sp. BM.

2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGI

Penyembuhan luka merupakan proses yang kompleks dan dinamis yang bertujuan memulihkan kontinyuitas dan fungsi anatomi. Proses penyembuhan luka sangat dipengaruhi oleh peranan migrasi dan proliferasi fibroblast pada area perlukaan. Fibroblast merupakan elemen utama pada proses perbaikan untuk pembentukan protein struktural yang berperan dalam pembentukan jaringan. Binahong telah terbukti mempercepat penyembuhan luka karena komponen fitokimianya, seperti flavonoid, saponin, alkaloid, flavonoid, dan asam askorbat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun binahong pada proses penyembuhan luka gingiva pada tikus putih dilihat dari jumlah fibroblast. Dua puluh empat ekor tikus dilukai dengan punch biopsy berdiameter 2,5 mm di mukosa gingiva tepat di bawah gigi depan rahang bawah dengan kedalaman sampai menyentuh jaringan periosteum, kemudian dipisahkan menjadi tiga kelompok: kelompok pertama diberi ekstrak daun binahong 5%, kelompok kedua diberi ekstrak daun binahong 10%, dan kelompok ketiga tanpa diberi perlakuan (kontrol). Jaringan luka diambil pada hari ke-3 dan ke-5, kemudian dibuat menjadi sediaan histologis dengan pewarnaan Hematoksilin eosin. Hasil two way ANOVA menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan interaksi antara perlakuan dan hari terhadap jumlah fiboblast (p<0,05). Ekstrak daun binahong konsentrasi 10% memiliki rerata tertinggi pada hari ke-3, sedangkan pada hari ke-5 rerata tertingginya adalah ekstrak binahong 5%. Hasil uji LSD menunjukkan kelompok ekstrak daun binahong 5% memiliki perbedaan yang signifikan dengan semua kelompok uji lainnya (p<0,05).

Wound healing is the complex and dynamic process that results in the restoration of anatomical continuity and function. Wound healing process really affected by migration and proliferation of fibroblast in wound area. Fibroblast is important component of wound healing that built structural protein for new tissues. Binahong was proven as a wound healing accelerator for it’s phytochemical properties, such as flavonoid, saponin, alkaloid, flavonoid, and ascorbic acid. The aim of this study was to investigate the effect of extract of binahong’s leaves on gingival wound healing process in white rats in term of fibroblast count. Twenty four rats were wounded by punch biopsy with diameter of 2.5 mm at gingival mucosa below the front teeth of lower jaws with a depth untill periosteum tissues, then separated into three groups :, first group was given 5% extract of binahong leaves, second group was given 10% extract of binahong leaves, and third group was without any treatment (control). Wound tissue taken at 3 rd and 5 th days and processed into histological sample preparations with Hematoxillin eosin’s staining. The result of two way ANOVA showed that there was significant effect for treatment and the day to fibroblast count (p<0,05). Extract of binahong leaves concentration of 10% had the highest mean on 3 rd day, while on the 5 th day the highest mean was binahong 5% extract. LSD test between treatment group with highest mean from each days and negative control showed extract of binahong leaves 5% have significant difference with other groups (p<0,05).

Kata Kunci : penyembuhan luka, gingiva, ekstrak, binahong, fibroblast.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.