Laporkan Masalah

“Fragmentasi Birokrasi dan Implikasinya dalam Pengelolaan Fungsi Trotoar” (Studi Kasus : Jalan Hayam Wuruk, Kec. Danurejan, Kota Yogyakarta)

ARIEF KURNIAWAN PRATAMA, Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo

2013 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)

Trotoar adalah salah satu ruang publik yang merupakan hak bagi pejalan kaki. Keadaan trotoar yang buruk dan disalahgunakan merupakan permaslahan yang serius bagi pejalan kaki. Sudah saatnya trotoar digunakan sesuai dengan fungsi utamanya sebagai salah satu fasilitias pejalan kaki. Bahwa dalam penyalahgunaan fungsi trotoar ada berbagai macam sudut pandang yang dapat digunakan untuk membedah fenomena tersebut. Dan salah satunya adalah dengan menggunakan sudut pandang fragmentasi birokrasi. Fragmentasi birokrasi merupakan sebuah fenomena yang terjadi dalam ranah birokrasi pemerintah. Untuk kasus ini, lokus birokrasi yang digunakan adalah pemerintah daerah Kota Yogyakarta dan Kecamatan Danurejan. Penelitian ini menjadi penting karena pengelolaan fungsi trotoar merupakan salah satu permasalahan publik yang mendesak. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui implikasi yang ditimbulkan dari fragmentasi birokrasi terhadap pengelolaan fungsi trotoar. Untuk menyelesaikan permasalahan ini, pemerintah daerah Kota Yogyakarta merupakan pihak yang memiliki tanggung jawab yang paling besar sebagai lembaga tertinggi. Oleh karena itu, menjadi penting untuk meneliti dengan menggunakan sudut yang berhubungan langsung dengan pemerintah yaitu birokrasi. Dengan melihat langsung kedalam birokrasi akan memperoleh banyak informasi tentang bagaimana usaha pemerintah mengelola fungsi fungsi trotoar khususnya di Jalan Hayam Wuruk yang merupakan wilayah yang diteliti dan Yogyakarta secara keseluruhan. Hasil penelitian dijelaskan dengan metode deskriptif kualitatif. Dalam hasil penelitian didapatkan berbagai macam implikasi fragmentasi birokrasi yang sesuai dengan fokus penelitian. Implikasinya mencakup koordinasi, kebijakan, kewenangan, dan implementasi kebijakan. Keempat implikasi tersebut merupakan hasil dari penelitian yang cukup mendalam. Yang menjadi hal terpenting, hasil penelitian ini tidak digunakan untuk menyudutkan pihak manapun

Sidewalks are the public space for pedestrians. Inappropriate conditions of sidewalks used in wrong way become a serious problem. In this case, the function of sidewalks should be returned as the one of facilities for pedestrians. That the pavement dysfunction there are various points of view can be used to dissect the phenomenon. And one of them is to use a bureaucratic fragmentation viewpoint . Bureaucratic fragmentation is a phenomenon that occurs in the realm of government bureaucracy . For this case , the locus of bureaucracy that is used is the local government of Yogyakarta and the District Danurejan . This study is important because sidewalks management function is one of the pressing public issues . This study aimed to determine the implications arising from the bureaucratic fragmentation pavement management functions . To solve this problem , the local government of Yogyakarta is a party that has the greatest responsibility as the highest institution . Therefore , it becomes important to examine the use of angle is directly related to the government bureaucracy . By looking directly into the bureaucracy will gain a lot of information about how the government manages the business functions in particular sidewalk on Jalan Hayam Wuruk which is researched and Yogyakarta region as a whole . The results of the study are described by qualitative descriptive method . In the results, the implications of various kinds of bureaucratic fragmentation according to the research focus . Implications include coordination , policy , authority , and policy implementation . The fourth implication is the result of extensive research . Which became the most important thing , the results of this study are not used to frame any party .

Kata Kunci : penyalahgunaan fungsi trotoar, fragmentasi birokrasi, Kota Yogyakarta


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.