Laporkan Masalah

Evaluasi pengaruh krisis moneter terhadap tinkat kesejahteraan keluarga di Kabupaten Klaten

HASTUTI, Nanik Budi, Ir. Ken Suratiyah, MSc

2001 | Tesis | S2 Ekonomi Pertanian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebaran masing-masing tahapan kesejahteraan keluarga setelah adanya krisis moneter, pengaruh krisis moneter terhadap tingkat kesejahteraan keluarga, indikator yang menyebabkan keluarga menjadi turun kesejahteraannya, dan pengaruh faktor pendapatan, tingkat pendidikan kepala keluarga, jumlah anggota keluarga, pemilikan modal, sikap dan motivasi terhadap tingkat kesejahteraan keluarga setelah krisis moneter. Penelitian ini dilakukan di 4 desa di kabupaten Klaten. Data yang digunakan adalah data primer yang diambil dari 150 sampel keluarga secara Stratified Random Sun piing. Hasil analisis menunjukkan bahwa krisis moneter menyebabkan tingkat kesejahteraan keluarga menurun. Jumlah Keluarga Pra Sejahtera meningkat sebesar lo%, dan Keluarga Sejahtera I meningkat sebesar 46,67%. Sedangkan jumlah Keluarga Sejahtera 11, III dan IIIp'us masing-masing menurun sebesar 3,33%, 13,33% dan 40%. Menurunnya tingkat kesejahteraan keluarga disebabkan karena turunnya pendapatan riil keluarga akibat sulitnya mencari kerja dan naiknya harga kebutuhan. Indikator-indikator yang menyebabkan turunnya tahapan kesejahteraan keluarga karena krisis moneter adalah sebagai sebagai berikut : 1.Keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I: tidak dapat menyediakan makan minimal 2 kali sehari, dan tidak mampu memanfaatkan sarana kesehatan bila anggota keluarga sakit atau PUS ingin ber-KB. 2.Keluarga Sejahtera 11: tidak mampu memanfaatkan sarana kesehatan bila anggota keluarga sakit atau PUS ingin ber-KI3, tidak mampu menyediakan lauk dagingli kadtelur seminggu sekali, tidak mendapatkan pakaian baru, tidak mempunyai penghasilan tetap dan tidak mampu memakai konstrasepsi. 3.Keluarga Sejahtera 111: tidak mampu menyediakan lauk daginglikadtelur seminggu sekali, tidak mendapatkan pakaian baru, tidak mampu menabung, tidak mampu mengadakan rekreasi bagi keluarganya minimal 6 bulan sekali dan menurunnya penguasaan sumber informasi. 4.Keluarga Sejahtera IIIp'"s: tidak mampu menabung, tidak mampu mengadakan rekreasi bagi keluarganya minimal 6 bulan sekali, menurunnya penguasaan informasi, tidak mampu mernberikan sumbangan bagi kepentingan sosial masvarakat. Tingkat kesejahteraan keluarga dipengaruhi oleh faktor pendapatan keluarga, pendidikan kepala keluarga, jumlah anggota keluarga, pembinaan dan motivasi untuk melaksanakan Program Pembangunan Keluarga Sejahtera.

The research is aimed to know the distribution in the each family stage after the monetary crisis rised. The effect of monetary crisis on the family welfare, indicators cause of families in decreasing their welfare, and the effect in income factor, the head-family education level, the family size, capital access, attitude and motivation in prosperous family. The research was conducted in four village of Klaten regency. The data used were primary data taken from 150 responden in Stratifled Random Sampling method. The result of the analysis described that the monetary crisis causcs thc family welfare decrease. The number of the under-prosperous fami& (Keluarga Pra Sejahtera ) increase about 10 percent and the number of the prosperous family I (Keluarga Sejahtera I) increase about 46.67 percent. Whereas the number of the Keluarga Sejahtera 11, 111 and IIIpl" respectively decrease 3.33 percent, 13.33 percent and 40 percent. Decreasing of the family welfare caused by the difficulty to get a job and increase in the price. Indicators caused families stage down in their welfare caused of the monetary crisis described as the following : 1. Keluarga Pra Sejahtera and Keluarga Sejahtera I : can't provide eaten food at least twice a day, and can't use healthy utilization if family member comes their sickness or the couple in fertile-age (PUS) who want to use a contraception. 2. Keluarga Sejahtera 11 : can't use healthy utilization if family member comes their sickness or the couple in fertile-age (PUS) who want to use a contraception, can't provide eaten food like a meat/fish/eggs once a week, can't get a new clothes, have no permanent income and can't use a contraception. 3. Keluarga Sejahtera 111 : can't provide eaten food like a meat/fish/eggs once a week, can't get a new clothes, have no capabilities to get a saving, couldn't get a recreation for their family at least once in six month and decline in qualifying the information sources. 4. Keluarga Sejahtera lIIpl" : have no capabilities to get a saving, couldn't get a recreation for their family at least once in six month and decline in qualifying the information sources, can't give contribution for their social environment. Family welfare is influenced by the family income factor, head-family education level, family size, guidance and motivation for implementing the prosperous family development program.

Kata Kunci : Usahatani,Krisis Moneter,Kesejahteraan Petani, family welfare, monetary crisis


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.