Optimasi pola produksi agroindustri tempe-tahu di kota Yogyakarta
KRISTIYANTI, Triana, Dr.Ir. Masyhuri
2001 | Tesis | S2 Ekonomi PertanianPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola produksi dan skala usaha produksi tempe-tahu yang memberikan tingkat keuntungan maksimal, mengingat per1 unya pengembangan pada agroindustri tempe-tahu yang memberikan sumber mata pencarian bagi sebagian besar masyarakat di kota Yogyakarta. Sampel yang diambil ditentukan secara purposive atas dasar lokasi usaha dan pola usaha yang dipergunakan, serta skala usaha yang didasarkan pada kuantitas kedelai terolah per hari, yaitu a) skala usaha kecihndustri Rumah Tangga dengan kapasitas produksi < 100 liz kedelai per hi;, b) skala usaha sedanghncnengah dengan kapasitaas alzh 100 - 500 kg kedelai per hari, dan c) skala usaha besar dengan kapasitas produksi > 500 ks kedelai per hari. Dari dua pola produksi yaitu produksi tempe-tahu tanpa pengolahan produk sampingan (ampas tahu dan limbah cairlwhey) lebih lanjut serta pola produksi multiple output yaitu produksi tempe, tahu, tempe gembus dan natu de soya yang merupakan hasil pengolahan lebih lanjut limbah cair dan produk sampingan ampas tahu, diketahui bahwa pola produksi yang memberikan tingkat keuntungan maksimal adalah pola produksi tanpa pengolahan limbah dan produk sampingan lebih lanjut. Skala usaha produksi tempe yang optimal adalah minimal pada skala produksi 149,71 kg Ixdelai per hari, sedangkan untuh produhsi tahu agar memberikan keuntungan inaksiinal dilakukan minimal dengan Lapasitas produksi 16,136 kg kedelai per hari. Dari hasil analisis optimasi diketahui bahwa sumberdaya kedelai, bahan bakar, dan tenaga kerja merupakan sumber daya terbatas yang berpengaruh sebagai kendala dalam agroindustri tempe-tahu. Bagi keberlangsungan dan pengembangan agroindustri tempe-tahu, pemerintah perlu memberikan dukungan bagi ketersediaan kedelai serta kestabilan harga kedelai. OIeh karenanya pemerintah perlu menetapkan kebijakan yang proporsional serta keberpihakan yang berimbang antara petani kedelai dengan produsen pangan olahan berbahan baku kedelai khususnya produsen tempetahu. Di lain sisi pemerintah juga perlu memberikan dukungan pada produsen tempetahu khususnya dalam ha1 pembinaan manajerial, pembangunan sentra-sentra usaha, dan peminjaman dana khususnya bagi produsen skala kecil dan menengah. Dukungan pemerintah sangat penting untuk memberikan lingkungan usaha yang kondusif yang diperlukan oleh usaha kecil dan menengah pengrajin tempe-tahu.
The objective of this research was to find the optimal production method and scale production tempeh and soybean cake that brought maximize profit. This research was important to developt agroindustry of tempe and soybean cake that brought revenue more people in Yogya. Samples for this research were defined by location of manufacture, type of bussiness relation between producer, and scale of bussiness. The type of bussiness relation between producer and location of manufacture that ussually do in producer tempe and soybean cake were personal bussiness and central industry. The various of scale production tempeh and soybean cake were small scale or home industry that Isad quactity prodwticin less than 100 killos soybean each day, medium scale production that produces tempe and soybean cake by 100 to 500 killos soybean each day, and big scale production that had quantity > 500 killos soybean each day. The type of production that usually done by producer were produces tempeh and soybean cake without processing liquid waste and soybean cake waste; and the type of production multiple output that produce tempeh, soybean cake, nata de soya and tempeh gembus that produced from liquid waste and so!.htan cake waste. The result showed that the type of production that brought masimitc: profit was production tempeh and soybean cake without processing liquid waste and soybean cake waste. The optimal scale production of tempeh was more than 149,71 killos soybean each day, and the optimal scale production of soybean cake waste more than 16,136 killos soybean each day. The result from optimisation analysis defined that the binlng resources were soybean, fuel, and human resource. For continuance and developtment agroindustry of tempeh and soybean cake, the government must support for readiness of soybean and stabilisation of soybean price. Because of these the government must decide agricultural policy that proportion and wise between soybean farmer and producer of soybean food processing expecially producer of tempeh and soybean cake. At the other side government must suport producer of tempeh and soybean cake too in managerial trained, developtment of central agroindustry of tempeh and soybeand cake, grand financial expecialy for small and medium producer. This government suport was important to bring good bussiness environment that needed by small and medium producer of tempeh and soybean cake.
Kata Kunci : Usahatani,Agroindustri Tempe,Tahu,Pola Produksi, Agroindustry of tempeh and soybean cake, production optimation, the type of production, optimal scale production, soybean