Laporkan Masalah

ANALISIS PENGARUH SUHU INLET DAN DEBIT UDARA PENGERING PADA PROSES PENGERINGAN SUSU MENGGUNAKAN SPRAY DRYER DENGAN ATOMIZER TIPE PNEUMATIC PADA SKALA LABORATORIUM

MAKBUL HAJAD, Dr. Joko Nugroho, WK., STP., M.Eng.

2014 | Skripsi | TEKNIK PERTANIAN

Susu merupakan media pertumbuhan yang baik bagi mikrobia karena memiliki kandungan air yang tinggi dan nutrisi yang sangat kompleks. Hal ini menyebabkan susu mudah terdegradasi dan memiliki daya tahan yang sangat singkat. Untuk meningkatkan daya tahan susu dilakukan proses pengolahan susu menjadi bubuk dengan proses pengeringan menggunakan spray dryer. Spray dryer yang ada adalah spray dryer konvensional skala industri dengan harga yang sangat mahal. Hal ini mengaharuskan untuk merancang spray dryer yang murah dengan kapasitas sedang sehingga dapat dimanfaatkan secara luas di masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang spray dryer dengan atomizer tipe pneumatic skala pilot untuk pengeringan susu. Bahan yang digunakan adalah susu sapi murni yang telah melewati proses pasteurisasi dan homogenisasi. Untuk memperoleh kondisi optimal proses pengeringan dilakukan analisis pengaruh suhu inlet dan debit udara pengering terhadap kualitas powder yang meliputi kadar air akhir, bulk density, derajat keputihan, wettability dan flowability. Selain itu juga dilakukan analisis pengaruh suhu inlet dan debit udara terhadap efisensi produksi dan efisiensi pemanasan udara pengering serta efisiensi pengeringan sebagai indikator kesuksesan alat. Variasi suhu inlet yang digunakan adalah 250 o C, 260 o C, 270 o C dan variasi debit 0,0050 m 3 /s, 0,0066 m 3 /s, 0,0075 m 3 /s dan 0,0082 m 3 /s. Hasil yang diperoleh adalah peningkatan suhu inlet menyebabkan penurunan kadar air akhir, bulk density dan efisiensi produksi. Adapun peningkatan debit udara menyebabkan peningkatan kadar air, bulk density dan efisiensi produksi. Suhu optimal diperoleh pada suhu 260 o C dan debit 0,0066 m 3 /s berdasarkan nilai kadar air akhir dan derajat keputihan powder. Efisiensi pemanasan udara pengering maksimal diperoleh sebesar 94% adapun efisiensi pengeringan maksimal sebesar 4,399%

Milk is a good medium for microbial growth because it has a high moisture content and complex nutrients . This causds the milk degrade asily and has a short storability. Modifying the milk into powder using spray dryer equipment could increase the storability of the milk. Spray dryer conventional that found in society is an industrial-scale with high capacity and has a very expensive price. This condition required to design a cheap spray dryer with a medium capacity tobe used widely in the community. The purpose of this research is to design spray dryer with pneumatic nozzle type for drying milk. The material that is used is a cow milk which have been pasteurized and homogenized. Obtaining the optimum drying conditions is did by analyzing the influence of the inlet air temperature and drying airflow on the quality of the final moisture content , bulk density , degree of whiteness , wettability and flowability powders. It also did by analyzing the influence of the inlet air temperature and drying airflow on the production efficiency and air heating efficiency and drying efficiency as an indicator of a good spray dryer . Inlet air temperature variation used was 250 o C , 260 o C , 270 o C and airflow variations was 0,0050 m 3 /s, 0,0066 m 3 /s, 0,0075 m 3 /s and 0,0082 m 3 /s. The result is an increasing of inlet air temperature causes a decreasing in the moisture content , bulk density and production efficiency . The increasing of air flow causes an increasing in moisture content , bulk density and production efficiency . The optimal air temperature is obtained at 260 o C and drying airflow at 0.0066 m 3 /s based on the value of final moisture content and degree of powder whiteness. The maximum of air heating efficiency was obtained at 94% and maximum drying efficiency at 4,399%.

Kata Kunci : Susu, Powder, Pengeringan, Spray dryer tipe pneumatic


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.