Sifat Kimia pada Tiga Jenis Kayu Meranti Merah Kurang Dikenal
ROHMATUS RIZQY KISNA YUNANTA, Dr. Ganis Lukmandaru, S. Hut., M. Agr. Sc.,
2013 | Skripsi | TEKNOLOGI HASIL HUTANKayu merupakan bahan yang penting dalam kehidupan manusia, namun suplai kayu justru semakin menurun sehingga menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan. Untuk itu diperlukan sebuah upaya untuk memunculkan jenis-jenis yang belum terkenal sebagai alternatif. Salah satu jenis yang mempunyai potensi untuk digunakan sebagai alternatif bahan baku adalah kayu meranti merah. Sebagai contoh dari beberapa spesies meranti merah yang belum dikenal tersebut antara lain Shorea retusa (SR), Shorea macroptera (ST), dan Shorea macrophylla (SP). Belum banyak data yang memuat sifat-sifat dari 3 kayu tersebut sehingga diperlukan penelitian untuk mengetahui sifat-sifat dasarnya agar dapat diketahui alternatif penggunaannya. Salah satu cara untuk mengetahui sifat-sifat dasar dari 3 kayu tersebut adalah dengan meneliti sifat kimianya. Pohon yang dipakai adalah 3 jenis pohon meranti merah. Yaitu S. retusa dan S. macroptera dari PT. Hutan Sanggam Labanan Lestari, Berau, Kalimantan Timur, dan S. macrophylla dari PT. Sari Bumi Kusuma, Seruyan, Kalimantan Tengah. Sampel yang digunakan adalah disk dengan ketebalan ±10 cm, yang diambil dari arah aksial yaitu bagian pangkal dan ujung pohon. Arah radial disk dibagi menjadi 3 bagian, yaitu teras dalam, teras luar, dan gubal. Dari setiap bagian diambil serbuk berukuran 60-80 mesh untuk diuji. Sifat kimia yang diuji adalah ekstraktif etanol-toluena (KEET), ekstraktif air dingin (KEAD), ekstraktif air panas (KEAP), kadar holoselulosa, alfaselulosa, lignin, kelarutan dalam NaOH 1%, kadar abu, dan nilai pH. Dari hasil penelitian didapatkan kadar ekstraktif etanol-toluena, air dingin, dan air panas secara berurutan adalah 1,47%-16,09%, 1,37%-6,91%, 1,55%-8,14%. Kadar holoselulosa, alfaselulosa, dan lignin secara berurutan adalah 63,16%-75,16%, 39,70%-48,33%, 24,35%- 35,95%. Kemudian kelarutan dalam NaOH 1%, kadar abu, dan nilai pH secara berurutan adalah 19,33%-39,56%, 0,02%-1,40%, 4,59-8,39. SR tertinggi pada kadar alfaselulosa, lignin, dan nilai pH. Sedangkan ST tertinggi pada KEET, KEAD, KEAP, dan kelarutan dalam NaOH 1%. Selain itu, SP tertinggi pada kadar holoselulosa dan abu. Pada variasi radial dari kayu teras ke kayu gubal yang memiliki kecenderungan meningkat adalah kadar holoselulosa dan kadar abu. Pada variasi aksial dari bagian pangkal ke ujung yang memiliki kecenderungan meningkat adalah KEET, KEAP, kadar holoselulosa, kadar lignin, dan kelarutan dalam NaOH 1%.
Wood undoubtedly is one the important materials for human. However, its supply is declining and it is making the unbalanced supply and demand. One way to overcome that condition is searching for timber alternatives. The lesser known species that has potentiality are from red meranti group. For example, Shorea retusa (SR), Shorea macroptera (ST), and Shorea macrophylla (SP). The data containing the characteristics of red meranti wood is still limited, thus the research to determine the basic properties of those timber is necessary. So that, the proper use of those woods could be achieved. The objection of this study is to examine their chemical properties on radial and axial direction. The trees used in this research were S. retusa, and S. macroptera from PT. Hutan Sanggam Labanan Lestari, Berau, East Kalimantan, and S. macrophylla from PT. Sari Bumi Kusuma, Seruyan, Central Kalimantan. The disc samples were ±10 cm in thickness, taken from the base and top parts of the tree. For radial direction, the disc was divided into 3 parts, the inner heartwood, outer heartwood, and sapwood. From each section, the woods were sized in 60-80 mesh powder for chemical analysis. The chemical properties tested were ethanol-toluene soluble (ETS), cold water soluble (CWS), hot water soluble (HWS), holocellulose, alfacellulose, lignin, solubility in NaOH 1%, ash contents, and pH value. The results of the research were ethanol-toluene soluble, cold water soluble, and hot water soluble are 1.47%-16.09%, 1.37%-6.91%, and 1.55%-8.14% respectively. The contents of holocellulose, alfacellulose, and lignin are 63.16%-75.16%, 39.70%-48.33%, and 24.35%- 35.95% respectively. Solubility in NaOH 1%, ash content, and pH value are 19.33%-39.56%, 0.02%-1.40%, and 4.59-8.39 respectively. SR shows the highest levels in alfacellulose, lignin, and pH values. ST give the highest values in ETS, CWS, HWS, and solubility in NaOH 1%. The SP give the highest levels in holocellulose and ash content. Holocellulose and ash content increases from heartwood to sapwood in radial direction. ETS, HWS, holocellulose, lignin, and solubility in NaOH 1% contents increases from the base to the top parts in axial direction.
Kata Kunci : Shorea retusa, Shorea macroptera, Shorea macrophylla, sifat kimia, arah radial,arah aksial.