HUBUNGAN PELATIHAN STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN DAN KOMUNIKASI ORGANISASI TERHADAP KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN JAKARTA
Wira Luciana Hutadjulu, Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc., MPH, Ph.D.
2013 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Perawat bagi sebuah rumah sakit merupakan pilar penting karena menjadi salah satu ujung tombak pelayanan kepada pasien. Perawat dituntut bekerja secara profesional, penuh dedikasi dan menunjukkan kinerjanya secara optimal agar dapat menghasilkan pelayanan rumah sakit yang unggul. Terwujudnya kinerja yang optimal dari para perawat membutuhkan dukungan banyak faktor, di antaranya adalah pelatihan Standar Asukan Keperawatan dan komunikasi organisasi yang kondusif. Berhubungan dengan hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pelatihan Standar Asuhan Keperawatan dan komunikasi organisasi dengan kinerja perawat dengan mengambil objek pada Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pelatihan standar asuhan keperawatan dan komunikasi organisasi dengan kinerja perawat di RSUD Tarakan Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross-sectional survey. Sampel yang digunakan sebanyak 44 perawat pelaksana RSUD Tarakan yang diambil dengan teknik sensus. Pengumpulan data menggunakan kuesioner skala Likert. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan statistik parametrik yang meliputi korelasi, koefisien determinasi, uji t, uji F dan regresi. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan SAK dan komunikasi organisasi secara sendiri-sendiri memiliki hubungan positif dan sangat signifkan dengan kinerja perawat. Demikian pula secara bersama-sama pelatihan SAK dan komunikasi memiliki hubungan positif dan sangat signifikan dengan kinerja perawat. Kesimpulannya yaitu kinerja perawat dapat ditingkatkan dengan memperbaiki pelatihan SAK dan komunikasi organisasi. Kesimpulan dan saran: Berdasarkan hasil penelitian ini, maka pelatian SAK dan komunikasi organisasi perlu diperbaiki. Perbaikan pelatihan SAK diawali dengan melakukan survei untuk mengetahui komponen-komponen pelatihan yang dinilai kurang baik. Selanjutnya perbaikan komunikasi organisasi dilakukan oleh perawat sendiri dengan meningkatkan komunikasi interpersonalnya dan juga perlu dukungan dari atasan perawat dan dokter dengan cara semakin akomodatif dan intens menjalin komunikasi dengan perawat.
Background: Nurse is an important pillar of hospital for being one of the spearheads of service to patients. Nurse is required to work professionally, with dedication and demonstrate optimal performance to provide superior hospital services.Optimal performance of the nurse is need support and by various factors, such as the training of nursing care standart (SAK) to many factors, among them the SAK training and conducive organizational communication. This study aim to determine the relationship between SAK training and type of organization communication with nurse performance to take an object in Tarakan General Hospital Jakarta. Objective: The objective of this research is to measure the relations between SAK training and organizational communication amount of nurses performance. Methods: This study was conducted a quantitative approach with a crosssectional survey design. The respondent were 44 nurses selected with census techniques. Data was colected using questionnaire and measure with Likert scale. Data were analyzed with descriptive statistics and parametric statistics include correlation, coefficient of determination, t test, F test and regression. Results: The results showed that the SAK Training and organizational communication have a significant positive relationship dan very nurse performance. SAK training and organizational communication has a positive significant relationship with the nurses performance. The conclusion that the nurses performance can be improved by improving SAK training and organizational communications. Conclusions: In Tarakan Hospital SAK training and organizational communication needs to be improved. Improvement SAK training begins with a survey to identify components of the training which is still inadequate. Further, improvement of organizational communication performed by nurses themselves to improve interpersonal communication is need, as well as supports from nurses leader and doctors in a way more accommodating and intense communication with nurses.
Kata Kunci : Pelatihan Standar Asuhan Keperawatan, Komunikasi Organisasi, Kinerja Perawat; SAK Training, Organizational Communication, Nurses Perfomance