Laporkan Masalah

PENGARUH ANEMIA TERHADAP SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWI AKADEMI KEBIDANAN BANJARBARU

Eny Hastuti, dr. Detty Siti Nurdiati, SpOG(K), MPH, Ph.D.

2013 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Anemia merupakan defesiensi gizi mikro yang paling umum banyak di derita oleh perempuan, prevalensi anemia pada remaja puteri di Indonesia sebanyak 57,1%. Proses menstruasi dapat menimbulkan potensi masalah kesehatan reproduksi wanita. Prevalensi perempuan di Indonesia usia 15- 24 tahun mengalami masalah siklus menstruasi tidak teratur sebanyak 26,1%. Gangguan perdarahan terkait siklus menstruasi, dapat menimbulkan anemia yang akan membahayakan keselamatan hidup perempuan, begitupun sebaliknya kejadian anemia pada perempuan dapat mengakibatkan siklus menstruasi tidak normal yang bila dibiarkan berlarut-larut bukan saja menurunkan kualitas hidup, juga bisa membawa kematian. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh anemia terhadap siklus menstruasi pada mahasiswi Akbid Banjarbaru. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan studi observasional dengan metode rancangan cross sectional. Subjek penelitian adalah semua mahasiswi pada Akbid Banjarbaru. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yaitu semua mahasiswi Akbid Banjarbaru berdasarkan kreteria inklusi sebanyak 248 orang sebagai sampel. Variabel dalam penelitian ini, variabel bebas adalah anemia, variabel terikat adalah siklus menstruasi, dan variabel luar adalah berat badan, aktivitas fisik, stress, diet dan usia menarche. Analisis data terdiri dari analisis univariabel, bivariabel menggunakan uji chi-square serta multivariable menggunakan uji regresi logistik. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara anemia dengan siklus menstruasi pada mahasiswa Akbid Banjarbaru (2 = 41,21; p = 0.000) nilai (RP = 2,63; CI 95% = 1,94-3,56). Artinya anemia mempengaruhi positif 2,63 kali terhadap siklus menstruasi dibandingkan dengan mahasiswa yang tidak anemia. Hasil peneitian ini juga menunjukkan bahwa aktifitas fisik berhubungan dengan siklus menstruasi tidak normal dengan nilai p = 0,004. Sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan siklus menstruasi adalah stres, berat badan, diet dan umur menarche. Kesimpulan: Mahasiswi yang anemia akan berisiko mengalami siklus menstruasi tidak normal dibandingkan dengan yang tidak mengalami anemia di samping variabel aktivitas fisik dan usia menarche.

Background: Anemia is a micronutrient deficiency most commonly suffered by many women. The prevalence of anemia among girls in Indonesia is around 57.1%. Menstruation process can lead to potential female reproductive health issues. The prevalence of women aged 15-24 years in Indonesia having problems of irregular menstrual cycle is by 26.1%. Bleeding related to menstrual cycle can cause anemia which will endanger the safety of women’s life and, vice versa, the incidence of anemia in women can lead to abnormal menstrual cycle which can not only reduce the quality of life but also bring death. Objective: To determine the effects of anemia on the menstrual cycle in students of Banjarbaru Midwifery Academy (AKBID Banjarbaru). Methods: This was an observational study with a cross sectional design. Subjects were all female students at AKBID Banjarbaru. Sampling technique used total sampling that a total of 248 students of AKBID Banjarbaru became the samples. The variables in this study consisted of the independent variable which was anemia, the dependent variable which was menstrual cycle, and the extraneous variables which were body weight, physical activity, stress, diet and age when menarche. Data analysis consisted of univariable analysis, bivariable analysis using chi-square test and multivariable analysis using logistic regression test. Results: There was a significant association between anemia and menstrual cycle in the students of AKBID Banjarbaru (2 = 41.21, p = 0.000; PR = 2.63; 95% CI = 1.94 to 3.56). This means that anemia affected positively 2.63 times to menstrual cycle compared to students who were not anemic. The results also showed that physical activity was associated with the abnormal menstrual cycle with p = 0.004. The variables that were not related to the menstrual cycle were stress, body weight, diet and age when menarche. Conclusion: The students who were anemic would be at risk of developing abnormal menstrual cycles compared to those who were not anemic in addition to the variable of physical activity and age menarche.

Kata Kunci : Anemia, Siklus Menstruasi; Anemia, Menstrual Cycle


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.