Laporkan Masalah

KEBUTUHAN INTERVENSI KEPERAWATAN GIGI SEHUBUNGAN DENGAN STATUS LIDAH PADA LANJUT USIA DI POSYANDU SANGGRAHAN MLATI SLEMAN YOGYAKARTA

SARNATI, Dr. drg. Dewi Agustina, M.D.Sc., M.D.Sc.

2014 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN GIGI

Harapan hidup lansia di Indonesia termasuk kategori tinggi. Seiring meningkatnya harapan hidup lansia di Indonesia maka perlu peningkatan pengelolaan kesehatan gigi dan mulut yang optimal salah satunya pada lidah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebutuhan intervensi keperawatan gigi sehubungan dengan status lidah pada lansia di Posyandu Sanggrahan, Mlati Sleman Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Subyek penelitian terdiri dari 41 orang lansia di Posyandu Sanggrahan yang terdiri dari 12 laki-laki dan 29 perempuan. Subyek yang diambil dalam penelitian memiliki batas usia minimal 55 tahun. Pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Penilaian status lidah menggunakan metode Brief Oral Health Status Examination (BOHSE) dari Kayser-Jones. Skor 0 menyatakan lidah normal. Skor 1 menunjukkan lidah mengalami perubahan yaitu beberapa lidah yang tampak licin, berfisur, dan sebagian berwarna merah sehingga memerlukan intervensi keperawatan gigi. Skor 2 menunjukkan lidah tidak sehat yaitu lidah licin, berwarna merah dengan bercak merah atau putih, dan terdapat ulkus selama 2 minggu sehingga memerlukan rujukan ke dokter gigi. Hasil penelitian menunjukkan 30 dari 41 subyek (73,2%) dengan lidah mengalami perubahan, 10 dari 41 subyek (24,4%) dengan lidah tidak sehat, dan 1 dari 41 subyek (2,4%) dengan lidah normal. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa sebagian besar lansia di Posyandu Sanggrahan membutuhkan intervensi keperawatan gigi baik promotif maupun preventif untuk pemeliharaan kesehatan lidah.

Life expectancy rate of elderly is high in Indonesia. Along with the increase of life expectancy rate in elderly, so an optimal oral and dental care management should be improved including the tongue. This study aims to assess the needs of dental hygiene intervention, regarding the tongue status of elderly in Posyandu Sanggrahan, Mlati Sleman Yogyakarta. This was an observational descriptive study with a cross sectional approach. Subjects were 41 elderlies in Posyandu Sanggrahan which consist of 12 males and 29 females. The subjects had to be minimal of 55 years old. Sample collection using consecutive sampling technique. Assessment of tongue status used Brief Oral Health Status Examination (BOHSE) by Kayser-Jones. A score of 0 showed an normal tongue. A score of 1 showed the tongue undergoes changes in which appear sleek, fissured, and partially in redness-colour. So it needs dental hygiene intervention. A score of 2 showed an unhealthy tongue which appear sleek, redness with red or white patches and the presence of an ulcer for 2 weeks, so it needs referral to a dentist. The result of this study showed that 30 of 41 subjects (73,2%) had tongue that undergoes changes, 10 of 41 (24,4%) had unhealthy tongue, and 1 of 41 subjects (2,4%) had normal tongue. Based on this study, it can be concluded that almost of elderlies in Posyandu Sanggrahan need dental hygiene intervention either promotive or preventive to maintain a good healthy tongue.

Kata Kunci : intervensi keperawatan gigi, status lidah, lansia, BOHSE


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.