EFISIENSI DANA PERSALINAN JAMINAN PERSALINAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CILACAP
DWI KARYANINGSIH, dr. Eva Emillia, M.Med.Ed.,Sp.OG, Ph.D.
2013 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Pemerintah mengadakan program jaminan persalinan (jampersal) untuk menurunkan angka kematian ibu yang dilaksanakan berdasarkan sistem rujukan berjenjang. Di Rumah Sakit Umum Cilacap masih ada indikasi adanya ketidaktepatan rujukan pada pasien pengguna jampersal. Pelaksanaan rujukan yang tepat berdampak pada besarnya penggunaan dana kesehatan yang terbatas. Tujuan: Mengukur besarnya efisiensi dana persalinan jampersal dengan pelaksanaan rujukan yang tepat serta mendeskripsikan persepsi pengguna dan pemberi pelayanan persalinan pada sistem rujukan jampersal di RSUD Cilacap Metode :Penelitan deskriptif dengan metode kuantitatif dan kualitatif menggunakan rancangan studi kasus dengan subyek penelitian seluruh pengguna jampersal yang dirawat inap mulai tanggal 1 Mei - 31 Oktober 2012 dengan kasus persalinan di RSUD Cilacap. Untuk menggali penyebab ketidaktepatan rujukan dilakukan wawancara mendalam terhadap 13 informan yang terdiri dari pengguna dan pemberi pelayanan persalinan jampersal. Hasil: Besarnya efisiensi dana jampersal jika pelaksanaan rujukan dilaksanakan secara tepat adalah 22,61%. Saat ini masih ada pasien pengguna jampersal yang tidak tepat rujukan persalinanya di RSUD Cilacap sebesar 40,67 %.Masih ada pasien pengguna jampersal yang menganggap bahwa pasien bisa dilayani tanpa memenuhi prosedur pelayanan yang berjenjang. Bidan di pelayanan tingkat pertama menggunakan kekooperatifan pasien menjadi sebagai bahan pertimbangan rujukan. Bidan di RSUD Cilacap berpersepsi bahwa semua pasien yang kurang mampu boleh bersalin di rumah sakit dengan menggunakan jampersal walau tidak memenuhi prosedur pelayanan berjenjang. Dokter Obstetri dan Ginekologi berpersepsi bahwa bidan di pelayanan tingkat pertama masih kurang tepat dalam menentukan pasien yang perlu rujukan. Jajaran Manajemen berpersepsi bahwa yang paling penting adalah pemenuhan persyaratan administrasi jika pasien ingin bersalin di RSUD Cilacap menggunakan jampersal. Kesimpulan: Penggunaan dana persalinan jampersal di rumah sakit tidak efisien karena pelaksanaan rujukan persalinan yang tidak tepat.
Background: The Government launched maternity assurance programme (Jampersal) to reduce maternal mortality rate that implemented based on hierarchical referral systems. There are inappropriate referral indications of Jampersal users in RSUD Cilacap. The appropriate implementation of reference have an impact on the amount of limited health funds utilization. Objective: To measure the efficiency of Jampersal delivery fund with the implementation of appropriate referrals and to describe the perceptions of maternity care users and providers of Jampersal referral systems at RSUD Cilacap. Methods: Descriptive research with quantitative and qualitative methods using a case study design with the study subjects were Jampersal users admitted as inpatients starting on 1 May to 31 October 2012 with delivery case at RSUD Cilacap. To explore the cause of inappropriateness reference in-depth interviews conducted on 13 informants consisting of maternity services users and providers. Results:The amount of Jampersal funds efficiency if referral was implemented appropriately is 22,61%. Currently there are inappropriateness of delivery referral at 40,67% from Jampersal users in RSUD Cilacap There are Jampersal users who perceived that patient could be served without complying with the hierarchical service procedures. Midwives in first level service using patient cooperativeness as a referral consideration. Midwives in RSUD Cilacap perceived that all patients who are poor should give birth at hospital using Jampersal although didn’t fulfill hierarchical service procedures. Obstetrics and Gynecology specialists perceived that midwives at the first level of service is less appropriate in determining patient which need referral. Hospital managers perceived that the most important was fulfillment of administrative requirements if patient wants to deliver at RSUD Cilacap using Jampersal. Conclusion: Utilization of jampersal delivery fund at hospital is not efficient because the implementation of delivery referral is not appropriate.
Kata Kunci : jampersal, rujukan, efisiensi, persepsi pasien, persepsi pemberi pelayanan persalinan; Jampersal, referral, efficiency, user perception, maternity care provider perception