ANALISIS KARAKTERISTIK MASYARAKAT PEMILIK ASURANSI KESEHATAN KOMERSIL DAN PEMILIK JAMINAN PEMELIHARAAN KESEHATAN DI PULAU JAWA SURVEI SOSIAL EKONOMI NASIONAL TAHUN 2011
Dody Suprayogo, Dr. Adhitya Ronie Efendie, M.Sc., M.Si.
2013 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Deklarasi PBB tahun 1948 dan UUD 1945 pasal 28 telah jelas menyebutkan bahwa kesehatan adalah hak dasar setiap individu dan semua warga negara berhak atas jaminan kesehatan ketika terjadi sakit. Kejadian sakit serta peningkatan jenis dan jumlah penyakit tersebut berimplikasi pada total pembiayaan kesehatan yang harus dibayar. Pembiayaan kesehatan di Indonesia masih rendah, yaitu hanya rata-rata 2,2% dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau rata-rata antara USD 12-18 per kapita per tahun. Persentase ini masih jauh dari anjuran Organisasi Kesehatan Sedunia yakni paling sedikit 5% dari PDB per tahun. Tiga puluh persen dari pembiayaan tersebut bersumber dari pemerintah dan sisanya sebesar 70% bersumber dari masyarakat termasuk swasta. Usaha pemerintah dalam mengatasi permasalahan itu salah satunya dengan mengenalkan asuransi sosial pada masyarakat lewat Askes, JPK Jamsostek, Jamkesda, Jamkesmas, Dana Sehat. Dengan kebutuhan masyarakat yang meningkat akan pelayanan kesehatan berkualitas serta untuk memuaskan hasrat mereka mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal, banyak masyarakat membeli polis asuransi kesehatan komersil meski mereka sudah dilindungi oleh Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK). Perlu dilakukan analisis secara medalam terhadap karakteristik masyarakat yang saat ini sudah dijamin JPK namun tetap memiliki asuransi kesehatan komersial. Dengan menganalisis pola tersebut perusahaan asuransi bisa melihat pola perilaku masyarakat dan menetapkan strategi penetapan produk dan strategi pemasaran yang tepat sasaran. Tujuan: mengetahui bagaimanakah karakteristik individu yang memiliki JPK sosial saja dan karakteristik individu yang memiliki dua jenis jaminan kesehatan( JPK sosial saja dan asuransi kesehatan komersil). Metode: penelitian analitik dengan rancangan crossectional yang akan menjelaskan bagaimana karakteristik individu yang memiliki JPK sosial saja dan karakteristik individu yang memiliki dua jenis jaminan kesehatan, menggunakan data SUSENAS 2011 yang terdiri dari 5 kota besar di pulau jawa. Hasil penelitian: Kepemilikan JPK sosial saja dan kepemilikan dua jenis jaminan kesehatan banyak dipengaruhi oleh individu dengan karakteristik sebagai berikut: individu dalam kelompok usia lansia, berjenis kelamin perempuan, tidak dipengaruhi status pernikahan mereka, berpendidikan tinggi, berpenghasilan ≥Rp. 2.000.000,-, tidak memiliki resiko dalam bidang pekerjaan, pernah mengalami rawat inap dan mereka yang memiliki barang mewah. Sedangkan, kepemilikan asuransi kesehatan komersil banyak dipengaruhi oleh individu dengan karakteristik seperti usia lansia, individu berjenis kelamin perempuan, belum menikah, pendidikan tinggi, berpenghasilan ≥Rp. 2.000.000,-, tidak memiliki resiko dalam bidang pekerjaan, pernah mengalami rawat inap di rumah sakit dalam satu tahun terakhir dan memiliki barang mewah.
Background: The declaration of UN in 1948 and UUD 1945 article 28 clearly said that health is a natural right on every singl;eindividual and every citizen has the right on health insurance when they are sick. Health financing in indonesia is still lo, only on the average of 2,2% of Gross Domestic Product (GDP) or approximately between USD 12 – 18 per capita per year.this precentage still far from the World Health Organization’s recommendation which is at least 5% from GDP per year. Objective: this research aims to know how are the characteristics of people with government health care but keep on having private insurance. Methods: kind this research is analitic research with crossectional design describing how are the characteristics of people with government health care but keep on having private insurance. The unit of this researc’s analysis from the data of SUSENAS 2011, involving data of 5 big cities in Java. Results: a significant difference between ages, gender, marital status, education, income, occupational risk, medical history, have luxury good ownership. Conclusion: A national health care owership and two type of health care ownership is more affacted with the person who have the category elderly, women, not influenced by marital status, well educated, have income more than Rp. 2.000.000,-, not having risk of field work, had experienced inpatient within 1 year, and have luxury good. The ownership of private health insuranceinfluenced by the individual characteristics of the person who have the catogory elderly, women, influenced by not merried person, well educated, have income more than Rp. 2.000.000,-, not having risk of field work, had experienced inpatient within 1 year, and have luxury good.
Kata Kunci : Karakteristik masyarakat, kepemilikan Jaminan Pemeliharaan kesehatan, Kepemilikan Asuransi kesehatan komersil, Susenas; people characteristic,private health insurance ownership, National health care ownership, Susenas 2011