Laporkan Masalah

Variasi Spasial Produksi Tanaman Pangan Non Beras Sebagai Substitusi Ketercukupan Kalori Di Kabupaten Gunungkidul Tahun 2012

RISTIYANAH, Umi Listyaningsih, S.Si., M.Si.

2014 | Skripsi | GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Kabupaten Gunungkidul adalah satu dari 5 Kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, yang merupakan salah satu kabupaten penyangga pangan di provinsi ini. Semakin meningkatnya jumlah penduduk akan mempengaruhi besarnya kebutuhan pangan serta mengurangi luas lahan produksi, sehingga perlu adanya solusi jika terjadi kerawanan pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui ketercukupan kalori penduduk di Kabupaten Gunungkidul, mengetahui potensi dari produksi pangan non beras untuk mengimbangi ketersediaan beras di Kabupaten Gunungkidul, dan mengetahui variasi spasial tanaman karbohidrat non beras di Kabupaten Gunungkidul Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey menggunakan data sekunder dengan sumber data dari BPS, Gunungkidul dalam angka. Analisa yang digunakan yaitu analisis deskripsi kualitatif dan kuantitatif secara keruangan. Perhitungan ketercukupan kalori dengan mengetahui ketersediaan dan kebutuhan kalori di tiap kecamatan. Penelitian ini menggunakan asumsi bahwa tiap penduduk membutuhkan kalori yang sama dan hasil produksi tanam pokok non beras juga hanya dikonsumsi oleh penduduk di kecamatan tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebutuhan kalori di Kabupaten Gunungkidul yang paling tinggi yaitu Kecamatan Wonosari, sedangkan ketersediaan kalori beras tertinggi terdapat di Kecamatan Semin dan ketersediaan kalori non beras tertinggi di Kecamatan Saptosari. Ketercukupan kalori menurut kecamatan di Kabupaten Gunungkidul secara keseluruhan mampu mencukupi kebutuhan kalori. Namun terdapat kecamatan yang tidak mampu mencukupi, yaitu Kecamatan Wonosari, karena luas lahan pertanian kecamatan tersebut semakin berkurang. Selanjutnya secara spasial, tanaman pangan non beras sangat berpotensi dalam pemenuhan kekurangan pangan beras di Kabupaten Gunungkidul

District Gunungkidul is one of the five districts in the province of Yogyakarta special region, that is one district buffer crops in the province. The increasing the number of the population will affect the amount of food needs as well as reduce production, an area of land so the need of a solution if there food scarcity. The aim of this research is to know adequate calories Gunungkidul, the people in the district examine the potential of non rice of food production to compensate the availability of rice in the county of Gunungkidul, and knowing variation spatial plant carbohydrates non rice in the county of Gunungkidul. The methods used in this research is a survey method using a secondary data source with data from BPS, Gunungkidul in numbers. The analysis used the analysis of qualitative and quantitative description in my room. Ketercukupan calculation of calories with calorie needs and availability in each district. This study uses assumptions that each resident needs the same caloric and non-staple products rice planting is also only consumed by residents in the district. This research result indicates that need for calories in thousand gunungkidul highest namely sub-district Wonosari, while availability calories rice highest populated sub-district semin and availability calories non rice highest in subdistrict saptosari. Adequate calories according to sub-district in thousand Gunungkidul overall able to fulfill a need caloric. Yet there was sub-district incapable of adequate, namely sub-district wonosari, because land area agricultural districts be reduced. Next in spatial, food crop non rice have a tremendous potential in fulfillment food shortages rice in thousand Gunungkidul

Kata Kunci : kalori, produksi, ketersediaan, ketercukupan, variasi spasial, tanaman pangan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.