Laporkan Masalah

HUBUNGAN KOMUNITAS BERBASIS PLURALISME DALAM ORGANISASI KEAGAMAAN Studi Kasus Pelaksanaan Hubungan Komunitas di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Gejayan Yogyakarta

AGUSTIN IRIANA C, Rahayu, M.Si.,M.A.

2013 | Skripsi | Ilmu Komunikasi

Gereja tidak dapat berdiri tanpa adanya penerimaan dan dukungan dari masyarakat sekitarnya. Oleh karena itu, gereja perlu memperhatikan pendekatan dan komunikasi yang tepat kepada masyarakat sekitar, dimana dalam kajian ilmu komunikasi, proses ini disebut hubungan komunitas. Hubungan komunitas ini berbasis pluralisme karena gereja berada dalam masyarakat yang plural dan menggunakan pendekatan pluralisme dalam menjalin hubungan dengan masyarakat. Berbagai isu pluralisme di Indonesia seperti kasus pendirian gedung gereja, isu kristenisasi, pelbagai kesalahpahaman dan kecurigaan menjadi alasan mengapa hubungan komunitas berbasis pluralisme penting dilakukan oleh berbagai gereja di Indonesia. Secara terkhusus, penelitian studi kasus ini hendak membahas bagaimana pelaksanaan hubungan komunitas berbasis pluralisme di GKI Gejayan, Yogyakarta. Informan terdiri dari seorang pendeta dan humas GKI Gejayan serta 15 masyarakat sekitar GKI Gejayan. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara terstruktur dan observasi serta teknik analisis perjodohan pola dan eksplanasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan komunitas dengan GKI Gejayan sudah baik dilakukan. Ada peningkatan kualitas pada hubungan tersebut. Hal ini terbukti dari tidak adanya lagi ketegangan antara GKI Gejayan dengan masyarakat sekitar sejak tahun 2004. Selain itu, keikutsertaan masyarakat sekitar pada program hubungan komunitas dengan jumlah yang tak terduga pada beberapa program dan aksi, juga mengindikasikan adanya peningkatan hubungan. Namun, hubungan ini belum mencapai pada tingkat yang ideal. Hal ini dikarenakan adanya kendala berupa kompleksitas dan dinamika pada hubungan komunitas berbasis pluralisme yang mempengaruhi langkah strategi GKI Gejayan.

The church can not stand without an acceptance and support of the surrounding community . Therefore, the church needs to consider the appropriate approach and communication to the surrounding community, which in the studies of communication, it is called community relations. This community relations based on pluralism because the church is in a plural society and using pluralism approach to community relations. Many issues of pluralism in Indonesia such as the case of the church building, christianization issue, various misunderstandings and suspicions are the reason why the essential of community relations based pluralism conducted by all the churches in Indonesia. In particularly, this case study was to discuss how the implementation of community relations based on pluralism in GKI Gejayan, Yogyakarta. Informants consisted of a preacher and PR of GKI Gejayan and 15 surrounding communities. This research used a structured interview and observation techniques as well as patterns matching and explanations of analytical techniques. The results showed the relationship between GKI Gejayan and the community has been well done. There is an increase in the quality of the relationship. The proof is no more tension between GKI Gejayan and the surrounding communities after 2004. In addition, the participation of local communities in community relations program with an unexpected amount on some programs and actions, also indicates an increase in the relationship. However, this relationship has not reached an ideal level. This is due to constraints such as the complexity and dynamics of the community relationship based on pluralism that affect the steps strategies of GKI Gejayan.

Kata Kunci : hubungan komunitas, pluralisme, humas gereja, organisasi keagamaan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.