Integrasi usaha ternak sapi perah dengan usahatani kopi di Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman
DEWI, Suryani, Ir. Mas Soedjono, M.Ec
2001 | Tesis | S2 Ekonomi PertanianPenelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Canghngan Kabupaten Sleman. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh pada keuntungan dan besarnya keuntungan pada usaha ternak sapi perah, usahatani kopi organik dan optimasi usaha ternak sapi perah dan usahatani kopi organik. Pengumpulan data primer dari petani sampel yang memiliki usaha ternak sapi perah dan usahatani kopi organik. Jumlah petani petani sampel secara keseluruhan sebanyak 32 orang. Estimasi fungsi keuntungan menggunakan metode Ordinary Least Square (OLS). Optimasi menggunakan Linear Programming dan dilanjutkan dengan analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan: ( 1 )Faktor yang mempengaruhi keuntungan usaha ternak sapi perah adalah harga hjauan makanan ternak (berpengaruh negatif), luas kandang (berpengaruh negatif), jumlah ternak (berpengaruh positif). Faktor yang mempeng- keuntungan usaha ternak sapi perah yang dinormalkan terhadap harga susu adalah harga hijauan makanan ternak (berpengaruh negatif), luas kandang (berpengaruh negatif), dan jumlah ternak (berpengaruh positif). Faktor yang mempengaruhi keuntungan pada usaha ternak sapi perah yang dimormalkan terhadap harga pupuk kandang adalah harga konsentrat (berpengaruh positif), harga hijauan makanan ternak (berpengaruh negatif), luas kandang (berpengaruh negatif), dan jumlah ternak (berpengaruh positif). Faktor yang mempengaruhi keuntungan usaha ternak sapi perah yang dinormalkan oleh harga pedet adalah harga konsentrat (berpengaruh positif), harga hijauan makanan ternak (berpengaruh negatif), luas kandang (berpengaruh negatif) dan jumlah ternak (berpengaruh positif). (2) Faktor yang mempengaruh keuntungan usahatani kopi organik adalah luas lahan (berpengaruh positif) dan harga pupuk (bepengaruh negatif). (3) Keuntungan usaha ternak sapi perah (Rp 7.46.732,54) lebih tinggi daripada usahatani kopi organik (Rp 1.018.962,33). Usaha ternak sapi perah (87,99%) merupakan usaha pokok dan memberikan kontribusi lebih besar daripada usaha kopi organik (12,01%) terhadap keuntungan total. (4) Integrasi usaha ternak sapi perah dan usahatani kopi mencapai kondisi yang optimum pada skala usaha 4,04 UT dan lahan seluas 0,63 ha dengan keuntungan maksimal. (5) Keuntungan usaha ternak sapi perah dan usahatani kopi organik sangat sensitif terhadap perubahan harga input maupun harga output baik secara indwidu maupun bersama-sama.
Research has conducted at sub &strict Cangkmgan Sleman regency. The objective of the research is to optimize and to analyze factors affecting profit in dairy cattle and organic coffee farm. Primary data are from sample farmers whose raise dairy cattle and organic coffee. Total amount sample were 32 people. Profit function estimated by Ordinary Least Square (OLS), the optimization using linear programming and extended with sensitivity analysis. Research result showed that (1)Factors affecting dairy cattle profit were green manure price (negative), stall size (negative), cattle amount (positive). Dairy cattle profit factors that normalized to milk price were green manure price (negative), stall width (negative), and cattle amount (positive). Affecting factors in dairy cattle profit that normalized to manure price were concentrate price (positive), stall size (negative), green manure price (negative), and cattle amount (positive). Affecting factors in dairy cattle profit that normalize to calf price were concentrate price (positive), stall size (negative), green manure price (negative), and cattle amount (positive). (2) Factors that influence to organic coffee farm were area width (positive) and fertilizer price (negative). (3) Dairy cattle profit (Rp. 746.732,54) higher than organic coffee farm operation profit (Rp. 1.018.962,33). Dairy cattle was main business (87,99%) and contribute higher than organic coffee farm (12,01%) to total profit. (4)Integration between dairy cattle and organic coffee achieved optimum condition with maximum profit at 4.04 animal unit and area width 0.63 Ha. ( 5 ) Profit of dairy cattle and organic coffee was very sensitive to price input-output changes indwidually or simultaneously
Kata Kunci : Usahatani Ternak Sapi Perah,Integrasi Usahatani Kopi, Dairy cattle ,coflee farm, projit, and optimizing