NGANGKLEUNG BABARENGAN Studi Kasus Tentang Proses Edutainment dalam Pertunjukan Bambu Petang dan Setengah Hari di Saung Angklung Udjo Bandung
BHAKTI LISANTI AGUSTINI, Dr. G.R. Lono Lastoro Simatupang, M.A.
2014 | Skripsi | ANTROPOLOGI BUDAYAAngklung merupakan salah satu alat musik tradisional yang berasal dari Jawa Barat. Saung Angklung Ujo merupakan sebuah komunitas yang memiliki kegiatan regular berupa pembuatan, pelatihan serta pertunjukan angklung. Sebagai sebuah komunitas sekaligus industri seni, Saung Angklung Udjo membentuk kemasankemasan produk seni baik berupa pertunjukan maupun pelatihan. Adapun setiap kemasan pertunjukan menurut website resmi SAU bersifat edutainment. Hal tersebut menimbulkan pertanyaan, Seperti apakah bentuk kemasan yang dijual SAU sebagai Industri Seni?Manakah produk yang dominan dipilih pengunjung? Lantas bagaimana produk-produk SAU tersebut berperan dalam pembelajaran masyarakat terutama pelajar dengan metode edutainment yang menyajikan angklung sebagai paket pendidikan dan wisata? Penelitian ini menggunakan metode observasi pastisipasi yang dilakukan di Saung Angklung Udjo, jalan Padasuka no. 119 Bandung. Metode wawancara mendalam juga dilakukan guna untuk mendapatkan data yang akurat. Selain itu, studi pustaka juga dilakukan sebagai upaya penguatan data. Produk-produk SAU dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi kemasan yang menarik bagi pengunjung. Pertunjukan Bambu Petang dan Setengah Hari di SAU merupakan dua kemasan yang dominan dipilih oleh pengunjung. Banyak dari pengunjung merupakan rombongan pelajar dari berbagai sekolah di Indonesia. Edutainment merupakan hiburan yang dibentuk sedemikian rupa sehingga mengandung unsur pendidikan. Terdapat proses partisipatoris antara seniman dan penonton dalam pertunjukan SAU sehingga terkandung muatan pendidikan. Salah satu bagian edutainment yang tergambar jelas dalam pertunjukan SAU adalah interaksi angklung. Di sini, penonton diminta untuk memainkan angklung bersama-sama sehingga pertunjukan semakin meriah.
Angklung is one of traditional instrument which is derived from West Java. Saung Angklung Ujo is a community who has regular activities that is producting, training, and performing angklung. As a community and art industry at once, Saung Angklung Udjo create packaging products of art either in the form of performance and training. As for each packaging of performance according to website of Saung Angklung Udjo have the qulity of edutainment. Therefor, this research is based on these question: What kind of packaging which is sold by SAU as an industry of art? Which product that was chosen by visitor? And How does this packaging product effect the learning communities especially student with edutainment method which is provide angklung as education packages and tours? This research used partisipant observation that has been done in Saung Angklung Udjo, Padasuka street 119 Bandung. In-depth interview also used for get accurate datas. Therefor, literature study was also done as strenghtening capacity data. Products of SAU packed as attractive as possible for visitor. Afternoon Bamboo Show and Half Day at Saung Angklung Udjo are two packaging that have been chosen by visitors. A lot of visitor are group of student from various region in Indonesia. Edutainment as form of entertainment that designed to be educational. There is participatoris prossesion between artists and audiens in SAU’s performence so that be contained educational content. One piece of edutainment that clearly defined in SAU’s performence is interaction of angklung. Here, audiens requested to play angklung with the other so that performence become spectacular.
Kata Kunci : Angklung, edutainment, pertunjukan seni, Saung Angklung Udjo.