Laporkan Masalah

MENJELAJAH BERSAMA BONEKA (STUDI KASUS INTERAKSI PEMAIN BONEKA DAN PENONTON DALAM PERTUNJUKAN MEN OF THE SEA : FINDING LUNANG KARYA PAPERMOON PUPPET THEATRE)

TIKA SAVITRI, Dr. G.R. Lono Lastoro Simatupang, M.A.

2014 | Skripsi | ANTROPOLOGI BUDAYA

Penonton selalu menjadi bagian penting dalam pertunjukan apapun, termasuk pertunjukan teater boneka. Kehadiran penonton memungkinkan pemain untuk berkomunikasi dan menyampaikan pesan. Tulisan ini bermaksud untuk menemukan pola komunikasi antara pemain boneka dan penontonnya dalam sebuah pertunjukan. Melalui studi kasus dalam pertunjukan yang berjudul Men of The Sea : Finding Lunang karya Papermoon Puppet Theatre, saya akan menjawab dua pertanyaan : (1) Elemen apa saja yang mendukung tersampaikannya pesan-pesan dalam cerita teater boneka kepada penonton dan bagaimana elemen-elemen ini bekerja? (2) Bagaimana proses terbentuknya sebuah ‘ruang’ dalam pementasan sehingga pemain boneka dan penonton bisa melakukan komunikasi? Saya melakukan penelitian di markas Papermoon Puppet Theater selama bulan Juni dan Juli 2013. Periode ini merupakan waktu Papermoon Puppet Theatre melakukan produksi pertunjukan Men of The Sea : Finding Lunang. Selanjutnya pada tanggal 19 dan 20 Juli 2013 lokasi penelitian bertempat di Taman Budaya Yogyakarta dalam acara ArtJog13, pukul 18.00 – 22.00 WIB. Pada waktu inilah Finding Lunang dimainkan di depan para penonton. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif yang menghasilkan sebuah tulisan deskriptif. Proses komunikasi yang terjadi di atas panggung tentu berbeda dengan komunikasi empat mata. Pemain memang memiliki kendali dalam produksi makna, namun penonton memiliki kendali penuh dalam proses interpretasi makna tersebut. Dengan begitu proses interpretasi sebuah scene dipengaruhi oleh latar belakang dan bekal pengetahuan yang dimiliki oleh penonton. Semakin sedikit media yang digunakan oleh pemain boneka dalam penyampaian pesan maka semakin besar ruang interpretasi yang dimiliki oleh penonton. Dalam pertunjukan Finding Lunang penonton diberi ruang interpretasi yang cukup luas sehingga mampu memancing penonton untuk melakukan umpan balik. Timbulnya umpan balik dari penonton menandakan adanya proses komunikasi yang terjadi ketika pertunjukan berlangsung.

Audience is, and will always be, an important part of any performance, including puppet show. The presence of the audience allows players to communicate and to deliver their messages. This paper intends to find a pattern of communication between players and the audience in a puppet show. Through a case study in the show entitled Men of the Sea: Finding Lunang by Papermoon Puppet Theatre, I will answer two questions: (1) what are the elements that support the process of message delivery to the audience and how do they work? (2) How is the process of creating a space in the performance in which the players and the audience can communicate? My research was conducted in Yogyakarta. The location was at Papermoon Puppet Theater’s house during June and July 2013. In this period Papermoon Puppet Theatre was running the production process. Furthermore, from July 19 to July 20 2013 I visited Taman Budaya Yogyakarta for ArtJog13 event, in which Finding Lunang was performed in front of the audience for two days. The information needed for my research was collected using qualitative methods that produce a descriptive writing. Communication process that occurs on stage is different from direct communication. Players have control in the production of meanings. But, the audience has complete control in the process of interpreting. In this way, the process of interpreting the performance is influenced and affected by their knowledge and experience backgrounds. The lesser amount of media used by players mean that there is bigger space for audiences to interpret. In this show, Papermoon Puppet Theatre gives enough interpretation space for audiences to give feedback, which indicates a communication process that occurs when the show takes place.

Kata Kunci : teater boneka, hiburan, komunikasi, interpretasi, pemaknaan.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.