Laporkan Masalah

Efisiensi usahatani kentang di Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung

ASIKIN, Mariyanti, Ir. Mas Soedjono, M.Ec

2001 | Tesis | S2 Ekonomi Pertanian

Penelitian ini dilaksanakan di kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung- Jawa barat. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi, pendapatan usahatani, dan tingkat efisiensi produksi usahatani kentang. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara survei terhadap petani sampel berdasarkan status penguasaan lahan meliputi petani pemilik-penggarap, petani penyakap dan petani penyewa. Jumlah petani sampel secara keseluruhan sebanyak 90 orang. Estimasi fungsi produksi dan hngsi pendapatan tipe cobb douglas menggunakan metode Ordinary Least Square (OLS). Fungsi produksi frontier stochastic. Diperoleh dari metode Maximum Likelihood Estimation (MLE) dengan model tobit. Hasil penelitian menunjukan 1 (1) Faktor yang mempengaruhi produksi kentang untuk status petani pemilik adalah bibit, tenaga kerja dan manajemen (berpengaruh positif) sementara pupuk kandang (berpengqruh negatif), untuk petani penyakap pupuk kandang, tenaga kerja dan manajemen (berpengaruh positif) sementara pupuk ureatsp (berpengaruh negatif) sedangkan utuk petani penyewa bibit, pupuk kcl, tenaga kerja dan manajemen (berpengaruh positif) sementara pup& kandang, dan pestisida (berpengaruh negatif). (2) Pendapatan usahatani kentang untuk petani pemilik penggarap (Rp 14.941.088,55/ha) lebih tingg dibanding petani penyewa (Rp 11.944.249,59/ha) dan petani penyakap (Rp 5.958.170,017/ha). Pendapatan usahatani kentang untuk petani pemilik dipengaruhi oleh luas lahan dan harga pupuk kandang, untuk petani penyakap dipenganh oleh luas lahan, sementara untuk petani penyewa dipengaruhi oleh luas l&an dan upah tenaga kerja. Dari hasil uji statistik dperoleh kesimpulan bahwa secara ekonomis petani pemilik-penggarap lebih efisien dari petani penyakap dan penyewa. (3) Tingkat efisiensi teknis usahatani (kemampuan manaj emen petani) dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, frekuensi pemupukan, frekuensi penggunaan pestisida dan jarak tanam.(4) Pada petani pemilik penggunaan bibit, pupuk ureatsp, pupuk kcl dan pestisida padat sudah efisien, untuk pupuk kandang clan pestisida cair penggunaanya sudah tidak efisien lagi sehingga harus dikurangi penggunaannya sementara untuk tenaga kerja belum mencapai efisien sehngga masih harus ditingkatkan lagi. Untuk petani penyakap penggunaan pupa kandang dan pestisida sudah mencapai efisien, sementara untuk bibit, pupuk ureatsp, pupuk kcl penggunaanya sudah tidak efisien lagi sehingga harus dikurangi, untuk tenaga kerj a penggunaanya belum mencapai efisien masih dapat ditingkatkan. Selanjutnya untuk petani penyewa penggunaan pupuk urea, pupuk tsp, pupuk kcl dan tenaga kerja sudah mencapai efisien sementara untuk pestisida tidak efisien lagi sehingga harus dikurangi, untuk bibit dan pupuk tsp belum mencapai efisien sehngga masih dapat dltingkatkan penggunaannya.

Research has conducted at sub district Lembang, Bandung regency. The research aims to analyze factors affectnis production, farm income, and production efficiency of potato farm. Primary data from sample farmers consist of owner-operator, share tenant, and fixed tenant farmers. The total sample were 90 farmers. Estimated of production function and Cobb-Douglass type income function were using Ordinary Least Square (OLS). Stochastic frontier production function obtained by Maximum Likelihood Estimation Method using tobit model. The research result showed that,: (1) Factors affecting potato production for owner farmers were: seed, labor, and management (positive), manure (negative) for share tenant farmers: manure, labor, and management (positive) ureatsp fertilizer (negative), while for fixed tenant farmers: seed, KC1 fertilizer, labor, and management (positive), manure and pesticide (negative). (2) Potato farm income for owner-operator farmers (Rp. 14.941.088,55ka) higher than fixed tenant farmers income (Rp. 11.944.249,59/ha) and share tenant farmers income (Rp. 6.305.807,17/ha). Potato farm income for owner farmers affected by farm size and manure price, for share tenant farmers it was affected by farm size, for fixed tenant farmers it was affected by farm size and labor cost. Economically owner-operator fanners were more efficient than share tenant and fixed tenant farmers. (3) The technical efficiency (farmer management factor) were affected by educational level, fertilizing frequency, pesticide use frequency and planting space. (4) At owner farmers: seed, ureaTSP fertilizer, KC1 fertilizer and solid pesticide were used efficientty; liquid pesticide and manure were not efficient anymore that should be lessened; labor has not efficient yet and should be increase. For fixed share tenant farmers: manure and pesticide were used efficiently; seed, ureaTSP fertilizer, KC1 fertilizer were not efficient anymore that the should be lessened, labor has not efficient yet and should be increase. For fixed tenant farmers; urea fertilizer, KCl fertilizer, and labor were used already efficiently; pesticide was not efficient anymore; seed and TSP fertilizer has not efficient yet and should be increase.

Kata Kunci : Usahatani Kentang,Efisiensi, Eflkiency, area ownership status, operation farm income, and product ion.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.