KUALITAS PELAYANAN KELUARGA BERENCANA PRIA VASEKTOMI DI KOTA YOGYAKARTA
LITA MUNARSIH, Dr. Ambar Widaningrum, MA.
2014 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)Vasektomi adalah salah satu wujud program guna mewujudkankeikutsertaan pria dalam ber-KB. Namun dari awal pelaksanaannya vasektomi menemui beberapa kendaladiantaranya adalah informasi yang diterima masyarakat tentang vasektomi tidak utuh sehingga masyarakat seringkali berpersepsi negatif terhadap vasektomi, selain itu kondisi kultur sosial, budaya serta agama juga turut berpengaruh. Pihak Kantor KB Kota Yogyakarta sebagai provider, bertanggungjawab untuk menyelesaikan segala persoalan yang ada. Mengingat vasektomi adalah program yang sudah cukup lama namun hingga saat ini kesertaannya masih sangat rendah. Pada tahun 2013 peserta baru vasektomi di Kota Yogyakarta sebanyak 29 atau 0,45% dari keseluruhan pencapaian peserta KB baru. Berdasarkan permasalahan yang ada tersebut maka penting untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pelayanan vasektomi yang di lakukan oleh Kantor KB dengan menilai kualitas pelayanannya. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program masih ditemukan sejumlah persoalan diantaranya adanya penyaluran informasi yang masih lemah, keterbatasan jumlah petugas lapangan, tahapan pelayanan yang masih kurang dipatuhi. Hal ini berdampak pada kualitas pelayanan yang kurang optimal. Pemerintah seharusnya bisa lebih serius dalam menjalankan dan meningkatkan pelayanan vasektomi di Kota Yogyakarta.
Vasectomy is one of the programs to support the participation of man in family planning. However, the beginning of implementation of vasectomy encountered several obstacles are information about vasectomy is not given complete to the public, so public often have a negative perception of a vasectomy, except that the culture conditions of social, cultural and religious were also influential. The Office Family Planning Yogyakarta as a provider responsible to resolve any problems that exist. Vasectomy is a program that is already quite long, but until today its participation is still so low. In 2013 a new participant vasectomy in the city of Yogyakarta as much as 29 or 0.45% of the overall achievement of the new participant KB. Based on existing problems that it is important to know how the implementation of vasectomy services were held The office KB to assess the quality of service. Type of this research was descriptive qualitative, the techniques of data collection using interviews, observation, and documentation. The results showed that the implementation of the program has problems are lack of distribution of information, the limited number of personnel kb, and stages of a service is obeyed. This impact on the quality of service less than optimal. The government should be more serious in carrying out and improving vasectomy services in the city of Yogyakarta.
Kata Kunci : Kualitas pelayanan, Vasektomi, Partisipasi Pria.