EKSPRESI-EKSPRESI INDUSTRIALISASI BATIK TIRTO Studi Kasus di Dusun Tirto, Desa Triharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul, Provinsi D.I.Yogyakarta
FELINDA, Agus Indiyanto, S.Sos., M.Msi.
2014 | Skripsi | ANTROPOLOGI BUDAYATumbuhnya industri-industri kecil di tengah masyarakat agraris menunjukkan bahwa industrialisasi bukanlah sesuatu yang asing. Masyarakat industri bukanlah tahapan evolutif berikutnya dari masyarakat agraris. Banyak studi memperlihatkan bahwa akar industri pun memiliki kaitan yang erat dengan kultur agraris. Hal inilah yang terlihat dalam penelitian tentang dinamika industri batik di dusun Tirto, Triharjo, Pandak, Bantul. Pada awalnya industri batik di Tirto adalah industri rumahan skala kecil dan berorientasi pada pasar lokal. Namun, sejalan dengan perkembangan jaman, industri batik Tirto pun mengalami perkembangan yang pesat ketika ditangani oleh orang-orang muda yang memiliki pengalaman dan wawasan yang luas. Kini batik Tirto sudah memiliki pasar yang luas, tidak hanya pasar lokal akan tetapi sudah memiliki nama di tingkat nasional dan global. Setidaknya terdapat tiga arah industrialisasi batik di Tirto: yang mengarah pada produksi batik untuk konsumsi mode kelas menengah ke atas, batik yang tetap berorientasi pada pasar lokal, dan batik yang lebih mirip karya seni dan hanya dijual melalui galeri. Tiga arah ini muncul karena perbedaan orientasi dan strategi pemasaran. Untuk batik yang dikembangkan untuk pasar nasional dan global, pemasaran yang kreatif melalui keikutsertaan pada pameran-pameran di kota besar dan promosi internet menjadi syarat utama. Sementara, batik untuk pasar lokal jaringan sosial menjadi hal yang lebih penting untuk mengembangkan industrinya.
The rising small-scale industry within agrarian societies actually shows that industrialization is not such a strange thing anymore. It is because industrial society basically is not a further evolution of agrarian. Some studies have already shown that the root of industrial societies have a tight relation with agrarian culture. This can be seen in a research on the dynamics of Batik Industry, in Dusun Tirto, Triharjo, Pandak, Bantul. At the very beginning, Batik industry in Dusun Tirto is just a small-scale home industry oriented on the local market only. However, along with the times, Batik industry in Dusun Tirto grows quickly since has been being handled by youth insightful and experienced labours. Now, Batik industry has expanded its market and hence its brand is not only famous nationally but also globally. At least there are three main direction of batik industrialization in Tirto. These are batik for middle-upper class market orientation, batik for local market only, and batik as an art craft sold only in specific art galleries. This segmentation emerges as the difference in orientation and market strategy. For the national or global purpose, creative marketing strategy through such exhibitions and internet-based marketing are the main precondition. While for the local market, the socialnetworking becomes the main strategy to build batik Industry.
Kata Kunci : industrialisasi, batik, Tirto, pasar global.