Adopsi dan difusi teknologi pertanian ramah lingkungan pada usahatani lada di Kabupaten Lampung Utara
KISWANTO, Ir. Supriyanto, MSc
2001 | Tesis | S2 Ekonomi PertanianDi Lampung sejak tahun 1992-1998, produktivitas tanaman lada cenderung menunm yang disebabkan oleh serangan hams dan penyakit, serta kekeringan. Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman lada adalah dengan penerapan teknologi pertanian ramah lingkungan. Guna mengevaluasi penerapan dan penyebaran teknologi tersebut dilakukan penelitian di kecamatan Abung Barat, Tanjung Raja dan Bukit Kemuning, kabupaten Lampung Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat adopsi dan difusi petani terhadap teknologi pertanian ramah lingkungan pada usahatani lada, mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap adopsi dan difusi telmologi, serta mengetahui korelasi antara tingkat adopsi teknologi dengan tingkat produksi lada yang dihasilkan oleh petani. Penelitian ini menggunakan data cross-section dengan mewawancarai 45 petani responden sebagai penelitian adopsi teknologi, kemudian 30 kelompok responden (180 petani responden) sebagai penelitian difusi teknologi, yang dipilih secara random. Untuk mengetahui tingkat adopsi teknologi digunakan analisis tabulasi dengan pendekatan model teknik tertimbang dan dilanjutkan dengan uji parameter proporsi. Sedangkan untuk mengetahui tingkat difusi teknologi digunakan analisis tabulasi. Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap adopsi dan difusi teknologi diestimasi dengan model regresi tinier berganda dengan menggunakan metode Ordinary Least Square (OLS), dan selanjutnya dikembangkan ke analisis jalur. Kemudian untuk mengetahui korelasi antara tingkat adopsi dengan tingkat produksi lada yang dihasilkan oleh petani digunakan teknik korelasi product moment (Pearsont). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya tingkat adopsi teknologi petani tergolong rendah dengan kategori adopter berada pada jenjang early majority dan late majority. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap adopsi teknologi adalah; pendapatan usahatani lada, sikap petani terhadap inovasi, intensitas penyuluhan, dan wawasan petani terhadap pelestarian lingkungan. Antara tingkat adopsi teknologi dengan tingkat produksi lada yang dihasilkan petani berkorelasi positif dan kuat. Sedangkan tingkat difusi teknologi sebagian besar petani tergolong tinggi. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap difusi teknologi adalah; pendapatan usahatani, jenis saluran komunikasi, jumlah sumber informasi, dan jarak dari pusat difusi.
Since 1992 up to 1998, pepper production in Lampung showed a decreasing tendency due to pest and disease infestation as well as drought. Attempt to improve pepper production may be done through the use of environmentally friendly agricultural techniques. This study was initiated in three districts of the respective regency: Abung Barat, Tanjung Raja, and Bukit Kemuning on how the agricultural techniques put into practiced and desiminated. The objectives are to find out the degree of adoption and diffusion of environmentally friendly agricultural practices among pepper farmers, to identify what factors affecting the adoption and diffusion of the technologies, and to see whether there was a correlation between technology adoption level and pepper produced by the farmers. Cross sectional data from 45 randomly sample farmers were used to examine farmer adoption on environmentally friendly agriculture technology, and 30 randomly sampled farmer groups (consisting of 180 individual farmers) for diffusion of technology. Adoption level was examined through tabular analysis of weighted score followed by proportion test and diffusion level used tabular analysis. Ordinary Least Squared multiple regression analysis was used to identify what factor(s) contributed to adoption and diffusion level of environmentally friendly pepper production, followed by path analysis. Pearson product moment correlation coef-ficient was used to see the relationship of technological adoption level and farmer productivity of pepper. The results indicated that farmer adoption level of the technology was generally low, mostly in the category of either early or late majority. Adoption might be attributed to farmer income from pepper production, farmer attitude towards innovation, frequency of extension service, and farmer perception of agricultural sustainability. There was a strong positive correlation between technological adoption of the farmers to their pepper productivity. Technology diffusion among the fanners might be classified as high. The factors responsible for technological diffusion were farmers income, ways of communication, number of sources of information available, and distance from diffusion center.
Kata Kunci : adoption, diffusion, environmentally friendly agricultural technology, pepper farming, adopsi, difusi, teknologi pertanian ramah lingkungan, usahatani lada