Laporkan Masalah

EVALUASI PENGELOLAAN KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN (KPH) YOGYAKARTA KASUS BAGIAN DAERAH HUTAN PLAYEN KABUPATEN GUNUNGKIDUL

Era Isdhiartanto, Ir. Suryanto, MSP

2014 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah

Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan sejak tahun 2006 mengembangkan sebuah konsep pengelolaan hutan yang menjadi faktor pemungkin terwujudnya keberkelanjutan hutan. Konsep tersebut diwujudkan melalui pembangunan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) yang diharapkan dapat mendorong tercapainya kelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat, serta dapat mengakomodir tuntutan dan kepentingan ekonomi daerah (PAD). Sampai dengan saat ini, di Indonesia sudah terbentuk 68 (enam puluh delapan) unit KPH yang sudah berlembaga dan tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia. Dalam prosesnya terdapat beberapa KPH yang cukup berhasil mengimplementasikan pengelolaan hutan. Salah satunya yakni KPH Yogyakarta yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kehutanan No.SK.439/Menhut- II/2007 tanggal 13 Desember 2007. Adapun tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui implementasi proses pengelolaan hutan; (2) Mengidentifikasi sejauhmana tingkat capaian proses pengelolaan hutan; dan (3) Mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi pengelolaan hutan di BDH Playen, KPH Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode deduktif. Analisa data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yakni dengan kajian dokumen, observasi lapangan dan wawancara. Berdasarkan hasil analisa dapat disimpulkan bahwa: (1) Pengelolaan hutan yang dilakukan di BDH Playen dalam pelaksanaannya membutuhkan proses dan investasi yang besar untuk dapat menghasilkan capaiannya seperti sekarang ini; (2) Pengelolaan hutan di BDH Playen dapat dikatakan berhasil, karena dalam implementasinya terdapat 27 indikasi yang memenuhi target dibandingkan dan 6 indikasi yang tidak memenuhi target; dan (3) Faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaian pengelolaan hutan di BDH Playen meliputi: faktor partisipasi masyarakat, faktor komunikasi, faktor sumberdaya, faktor disposisi, faktor struktur birokrasi, faktor kepemimpinan lokal, faktor kebijakan daerah dan faktor sejarah pengelolaan hutan.

Directorate General of Forestry Planning, since 2006 has developed a forest management concept which becoming a possible factors to realize forest sustainability. The concept is realized through a development of the Forest Management Unit (KPH) which expected can drive the accomplishment of forest sustainability and community prosperity, as well as able to accommodate a local economic demands and interests (PAD). So far, in Indonesia has been established 68 (sixty eight) units of KPH which have been institusional and spread to almost Indonesia’s region. In the process, there are some KPHs which quite successfully implementing a forest management. One of them is KPH Yogyakarta which stipulated through by The Minister of Forestry Decree with No.SK.439/Menhut-II/2007 dated on 13th December 2007. This research aims are (1) To know the process implementation of forest management; (2) To identify the accomplishment level of forest management; and (3) To asses factors can influence the successful of forest management implementation in Playen Forest Area Section (BDH), KPH Yogyakarta. This research uses a deductive method. Data analysis is conducted in descriptive qualitative. Data collection conducted in this research, namely documents review, field observations and interviews. Based on the analysis result may be concluded that : (1) Forest management conducted at Playen Forest Area Section, in the implementation required a long process and mayor investment to produce the current accomplishments; (2) Forest management in Playen Forest Area Section shall be said successful, because in the implementation at all RPH located 26 indications which fulfill the target instead of 7 indications not yet fulfill the target; (3) Factors which influence the accomplishment of forest management at Playen Forest Area Section cover: community participation, communication, resources, disposition, bureaucracy structures, local figure/leadership, regional/government policy and forest management history.

Kata Kunci : Pengelolaan Hutan, Evaluasi, KPH Yogyakarta


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.