Laporkan Masalah

Kemungkinan ekspor udang Indonesia melalui perdagangan berjangka di Indonesia

PUSPITANINGRUM, Dwi Aulia, Dr.Ir. Slamet Hartono, MSc

2001 | Tesis | S2 Ekonomi Pertanian

Ekspor komoditi udang Indonesia setama ini baru dilaksanakan melalui perdagangan di pasar fisik. Pasar jenis ini banyak mengandung risiko, salah satu diantaranya adalah risiko harga. Salah satu cara untuk mengatasi risiko adalah dengan melakukan pengelolaan risiko di perdagangan berjangka (future trading) melalui sarana lindung nilai (hedging) dan pernbentukan harga (price discovery) yang dapat dipercaya. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji kemungkinan ekspor udang melalui perdagangan berjangka di Indonesia yang dilihat dari sisi kesiapan komoditi dan perilaku harga udang. Penelitian menggunakan data sekunder yang dikumpulkan dari beberapa somber dan merupakan data time series. Guna mendekati tujuan penelitian, kajian menggunakan 4 katagori ,yaitu dari sisi penawaranipennintaani fluktuasi harga, perilaku serta pola harga udang. Penawaran udang yang ditunjukkan dari hubungan a-ntara produksi udang dengan berbagai tingkat harga,menunjukkan bahwa produksi udang Indonesia responsif terhadap perubahan harga future white shrimp dan produksi udang Thailand. FM mengindikasikan bahwa di pasar Internasional udang Indonesia menghadapi risiko persaingan pasar yang kompetitif. Permintaan udang Indonesia di pasar Internasional, terutama pasar Asia yang diwakili jepang menunjukkan bahwa permintaan ekspor udang terutama dipergunakan untuk konsumsi masyarakat Jepang. Sedangkan permintaan ekspor udang oleh Singapura dipergunakan untuk reekspor kembali ke negara lain. Kajian Fluktuasi harga udang,menunjukkan bahwa di pasar Internasional,pengusaha udang menghadapi resiko fluktuasi harga yang ditunjukkan dari nilai Standar deviasi dan nilai koefisien variasi yang bestir. Penelitian menyimpulkan bahwa karena adanya berbagai risiko yang dihadapi pelaku pasar udang, maka ada indikasi bahwa udang Indonesia memungkinkan untuk diperdagangkan melalui perdagangan berjangka di Indonesia.

Indonesia export of shrimp commodity is still be conducted through physical market trading. This type of trading contains many risk, one of the risk is a price risk. The price risk should be countered by managing the risk in the future trading through hedging and price discovery. The research is to analyze the possibility of shrimp export through future trading in Indonesia from the side of commodity itself and shrimp price behavior. This research uses time series data which is which is collected from many resources. In order to approach the objectives of this research, four categories are used, i.e. supply, demand, price fluctuation, price behavior and price pattern of the shrimp commodity. The supply of shrimp which is shown from the relation between shrimp production in any level of price of Indonesia and Thailand shrimp production. In this case the Indonesia production is responsive to the future white shrimp price changing. It indicates that in the international market, Indonesia shrimp should face with risk in competitive market. Demand of Indonesia shrimp in Asia market, especially in Japan shows that the demand of shrimp in this country is used for domestic consumption. In contrast, the demand of Singapore is used for re-export to others country as a commercial commodity. The analysis of shrimp price fluctuation shows that in the international market, shrimp seller should face with price fluctuation which is shown from the deviation standard value and wide variation coefficient. The result of the research shows that there is an indication that shrimp commodity from Indonesia is possible to be trade through future trading in Indonesia.

Kata Kunci : Perdagangan Berjangka, Komoditi udang, Future trading, shrimp commodity


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.