“Pengaruh Kebijakan Moneter Terhadap Jalur Kredit di Indonesia pada Tahun 1991-2012â€
TANRI ABENG SITINJAK, Artidiatun Adji, MEc., M.A., Ph.D.
2013 | Skripsi | ILMU EKONOMINopirin (2003) menyatakan bahwa kebijaksanaan moneter adalah tindakan yang dilakukan oleh penguasa moneter untuk mempengaruhi jumlah uang beredar dan kredit, yang pada gilirannya akan mempengaruhi kegiatan ekonomi masyarakat. Pemberian kredit ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan output nasional. Utari, dkk (2012) menyatakan bahwa terlepas dari semakin meningkatnya pembiayaan yang diberikan pasar modal, pembiayaan melalui sektor perbankan masih mendominasi total kredit yang diberikan kepada sektor swasta dengan rata-rata sebesar delapan puluh lima persen selama periode 1990- 2010. Sementara disisi lain, terdapat anggapan bahwa mekanisme transmisi kebijakan moneter tidak lagi efektif untuk mencapai target moneter. Hakim (2001) menganggap bahwa mekanisme transmisi yang ada pada saat ini termasuk lewat jalur kredit, tidak dapat lagi mengendalikan secara pasti perkembangan agregat- agregat moneter. Sehingga hal ini menarik untuk dibahas yakni untuk mengetahui pengaruh sektor kredit dalam transmisi kebijakan moneter di Indonesia selama periode 1991-2012. Di satu sisi pembiayaan kredit oleh perbankan masih tetap tinggi dan di sisi lain ternyata ada anggapan bahwa pemberian kredit tersebut tidak efektif untuk mencapai target moneter. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Vector Autoregression (VAR). Data yang digunakan adalah data sekunder dengan periode pengamatan selama periode 1991- 2012. Variabel moneter yang diamati adalah jumlah kredit, suku bunga Bank Indonesia, Indeks Harga Konsumen, tingkat produksi dan jumlah uang beredar. Dengan melakukan estimasi pada VAR didapat kesimpulan bahwa kebijakan moneter masih efektif untuk mencapai target moneter. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ludvigson (1998), Luckett (1970), Brinkman,dkk (1995) dan Kim (1998).
Nopirin (2003) saying that monetary policy is the action taken by monetary authorities to affect the money supply and credit that will affect the economic activities. Lending is intended to encourage economic growth and increase national output. Utari, et al (2012) saying that in spite of the increasing capital market financing provided, financing through the banking sector still dominates the total credit during the period of 1990-2010. While on the other hand, there is a presumption that the transmission mechanism of monetary policy is not effective to achieve the monetary targets. Hakim (2001) assumed that the transmission mechanisms that exist at the moment, including the credit channel, is not longer control the growth of monetary aggregates exactly. So, it is interesting to discuss to determine the effect of the credit sector in the transmission of monetary policy in Indonesia during the period of 1991-2012. On the one hand credit financing is still high by bank and on the other hand, there is a presumption that the credit is not effective to achieve the monetary targets. The analysis tool used in this research is Vector Autoregression (VAR). The data used are secondary data with observation period during 1991-2012. Monetary variables observed are lending, interest rate of Bank Indonesia, Consumer Price Index, rate of production and the money supply. With VAR, it is concluded that monetary policy through the credit channel is still effective to achieve the monetary targets. This is consistent with research conducted by Ludvigson (1998), Luckett (1970), Brinkman, et al (1995) and Kim (1998).
Kata Kunci : Vector Autoregression, transmisi kebijakan moneter, perbankan, jalur kredit (credit channel), target moneter, pertumbuhan ekonomi, output nasional