Laporkan Masalah

Optimasi agroindustri ketela pohon di Kabupaten Gunungkidul

WARDONO, Budi, Dr.Ir. Slamet Hartono, MSc

2001 | Tesis | S2 Ekonomi Pertanian

Penelitian ini bertujuan mengetahui besarnya sumbangan dari pelaku usahatani dan agroindustri terhadap pendapatan dan nilai tambah; mengetahui pengaruh perubahan alokasi sumberdaya ketela pohon terhadap perubahan kegiatan agroindustri, nilai tambah dan pendapatan. Penelitian dilakukan di tiga Kecamatan: Tepus, Ponjong dan Semin, Kabupaten Gunungkidul sebagai daerah sentra usahatani dan sentra kegiatan agroindustri. Hasil analisis optimal menunjukkan adanya kegiatan agroinsustri (apapun bentuknya) dapat meningkatkan pendapatan dan nilai tambah, dengan demikian sumbangan terhadap nilai tambah regional Gunungkidul meningkat. Pendapatan terbesar diperoleh apabila melakukan kegiatan agroindustri pembuatan patilo yaitu sebesar Rp 9.571.544 per tahun, dan nilai tambahnya naik Rp 4.538.057 (90 %) yang berasal dari kegiatan on farm dan off farm, dengan kombinasi tanaman : padi gogo/jagung/ketela pohon — kacang tanah dan mengolah produk ketela pohon menjadi patilo. Pendapatan tertinggi kedua adalah dengan mengolah ketela pohon menjadi pati aci dan membuat krupuk dengan pendapatan Rp 7.828.744 per tahun dan nilai tambahnya sebesar 2.7.95.257 (naik 55 %). Apabila ketela pohon diproduksi menjadi gaplek maka pendapatannya Rp 5.033.478 per tahun Pengembangan agroindustri ketela pohon menghadapi kendala lahan dan bahan baku, adanya kendala tersebut pengembangan agroindustri ketela pohon hanya cocok diusahakan pada skala rumah tangga dan skala kecil dipedesaan dengan memanfaatkan sumberdaya tenaga kerja yang masih murah dan masih tersedia. Dengan melakukan pembelian ketela pohon ternyata dapat meningkatkan nilai tambah dan pendapatan yang lebih besar. Peningkatan nilai tambah terutama diperoleh dari penggunaan tenaga kerja, dan penerima nilai tambah adalah petani/pelaku agroindustri serta tenaga kerja sekitar lokasi. Adanya pembelian bahan baku menyebabkan peningkatan penggunaan tenaga kerja dan peningkatan produktivitas sehingga tenaga kerja menjadi terbatas.

The present study is intended to determine how much contribution of agricultural sector and agroindustry to farmer income and added value, to find out how changes in allocation of cassava area would have on agroindustrial activity, farmer income and added value. The study was conducted in three district : Tepus, Ponjong, and Semin, covering all center of crop production and agroindustry. Optimal solution of the analysis showed that cassava agroindustry, whatever it is, increase farmer income and added value, and thus those of Gunungkidul regency. The highest income was obtained with "patilo" production, a cassava based agroindustry, amounting to Rp 9,571,544 yearly, and increase of Rp 4,538,057 with only on and off farm activity using a cropping sequence upland rice/corn/cassava —peanut in with cassava so produced were processed for "patilo" production. Second highest income, Rp 7,828,744 per year, might be derived by processing the cassava into tapioca for cracker production, giving Rp 2,795,257 added value (an increase 55 %). When cassava was dried, an income of Rp 5,033,478 per year that could be derived. Availability of land area and raw material are constraint for the expansion of cassava based agroindustry, making such activities are suitable for home base activity or rural small scale activity in which cheap labor work may be obtained. In addition to income to farmer own harvest, buying cassava for agroindustry activity may further increase farmer income and added value. Increase of added value comes from the use of labor, and the farmer per se and the labor force in the neighborhood are the ones who benefiting this added value. However, labor use in cassava agroindustry increase considerably with cassava coming not just farmer own harvest, leading to higher productivity, but labor force is gattingscarce.

Kata Kunci : Optimasi, agroindustri, nilai tambah, pendapatan, Optimation, agroindustry, added value, income


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.