KETIDAKADILAN GENDER DALAM NOVEL HANAUZUMI KARYA WATANABE JUN`ICHI: PENDEKATAN KRITIK SASTRA FEMINIS
ESTU PRIHANTI, Wiastiningsih, S.S., M.A.
2014 | Skripsi | SASTRA JEPANGHanauzumi merupakan sebuah novel karya Watanabe Jun`ichi yang diterbitkan pada tahun 1970. Novel tersebut bercerita tentang perjuangan tokoh utamanya, Ogino Ginko, dalam meraih cita-citanya menjadi seorang dokter perempuan. Penelitian ini menggunakan teori struktural dan teori kritik sastra feminis. Penelitian diawali dengan menganalisis unsur-unsur intrinsik cerita kemudian menganalisis apa saja bentuk-bentuk ketidakadilan gender yang dialami tokoh utama dalam lingkup budaya patriarki dengan menggunakan teori kritik sastra feminis. Kritik sastra feminis merupakan salah satu disiplin ilmu yang menekankan penelitian sastra dengan perspektif feminis. Hal yang penting dalam analisis kritik sastra feminis adalah bagaimana perempuan ditampilkan, bagaimana suatu teks membahas relasi gender dan perbedaan jenis kelamin serta apa saja ide-ide feminis yang terdapat dalam cerita. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa tokoh utama (Ginko) mengalami beberapa ketidakadilan gender. Bentuk-bentuk ketidakadilan gender tersebut antara lain subordinasi di bidang pendidikan, stereotipe, dan kekerasan yang meliputi kekerasan psikis dan seksual. Sementara itu, ide-ide feminis yang terkandung dalam cerita adalah kemandirian seorang perempuan dan keberhasilan perempuan menempuh pendidikan tinggi dalam lingkup budaya patriarki.
Hanauzumi was a novel written by Watanabe Jun`ichi, published in 1970. It tells its reader about the struggle of the main character, Ogino Ginko, in reaching her dream to be a female doctor. This research uses the structural theory and feminist literature critism. This research begins with analysis of the intrinsic elements and followed by the analysis of gender inequalities Ginko coped within patriarchy environment. Feminist literature critism is a discourse emphasizing on how literature research should be done through feminist perspective. The important things of feminist literature critism are how the women are described, how a text could be related to gender and sex distinction, and any feminist ideas depicted in the story. The results of this research prove that the main character (Ginko) faces gender inequalities such as subordinations, stereotyping and violences including psychological and sexual violences. Meanwhile, the ideas of feminism in the story are about a woman‟s independence and her ability to achieve higher education.
Kata Kunci : feminisme, kritik sastra feminis, ketidakadilan gender