Perilaku harga kopi robusta di Sulawesi Selatan
ARIFIN, Dr.Ir. Dwidjono HD., MS
2001 | Tesis | S2 Ekonomi PertanianKopi robusta merupakan salah satu hasil tanaman perkebunan yang cukup dominan di Sulawesi Selatan. Sebagian besar hasil perkebunan tersebut dihasilkan oleh perkebunan rakyat dan dapat dikatakan peran perkebunan besar swasta relatif sangat kecil. Oleh karena keterbatasan modal petani, kebutuhan uang tunai untuk konsumsi keluarga dan melanjutkan usahataninya, menyebabkan lemahnya petani dalam tawar-menawar sehingga harga berfluktuasi dan petani cenderung memperoleh harga yang rendah. Oleh karena itu diperlukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku harga kopi robusta di Sulawesi Selatan dan mengidentifikasi proses siklus ekuilibrium dinamis harga kopi robusta jangka panjang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis data sekunder tahun 1980 — 1999. Analisis musiman dilakukan dengan pendekatan grafts dan pendekatan statistik. Sedangkan analisis ekuilibrium harga dinamis jangka panjang menggunakan dua cara yaitu analisis estimasi Cobweb model dan analisis model dengan persamaan Simultan dengan model Nerlove yang telah dimodifikasi. Harga kopi robusta di tingkat petani dipengaruhi oleh produksi yang dihasilkan dan krisis moneter, dimana setelah terjadi krisis moneter harga kopi robusta naik sangat tajam. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku harga kopi robusta adalah produksi kopi robusta empat tahun lalu (t-4), harga kopi robusta 4 tahun lalu (t-4), harga kopi robusta, pada saat sekarang, pendapatan perkapita, harga bubuk kopi, harga kopi arabika, harga susu dan harga gala pasir. Dalam jangka panjang harga kopi robusta mengarah ke titik keseimbangan (siklus konvergen).
Robusta coffee is a dominant plantation crop in South Sulawesi. Most of coffee production in the area comes from small holder plantation, with a relatively small contribution coming from large scale private coffee plantation. Due to limited capital, need of a cash flow for daily affair and daily farm operation, farmers were in a weak bargaining position, invoking price fluctuation with a tendency that low price which farmer may get eventually. It is thus necessary to study what factors effecting robusta coffee price behaviour in South Sulawesi and to examine cyclical process leading to equilibrium price dynamic of robusta coffee in the long run. Descriptive analysis using secundary data of 1980 — 1999 was used. Seasonal analysis was done with both graphical and statistical approach. Analysis for long term equilibrium price dynamic was done with two methods : based on Cobweb model and simultaneous equation based on modified Nerlove model. Price of robusta coffee at farmer level was influenced by coffee production level of the year and monetary crisis condition, in which a drastic price increase of robusta coffee had taken place during monetary crisis period. Factor effecting robusta coffee behaviour were coffee yield level and its price four years ago, current price level, income per capita, price of ground coffee, price of arabica coffee, milk and sugar. In the long run, price of robusta coffee moves to an equilibrium (convergen cycle).
Kata Kunci : Kopi robusta, Perilaku harga, Keseimbangan jangka panjang, Robusta, Price behaviour, Long term equilibrium