Analisis investasi usaha pembenihan ikan rakyat di Kabupaten Sleman
PURUHITO, Dimas deworo, Dr.Ir. Dwidjono HD., MS
2001 | Tesis | S2 Ekonomi PertanianSalah satu usaha menjaga kelestarian sumberdaya perikanan adalah melalui upaya budidaya ikan. Kegiatan pembenihan ikan merupakan salah satu bagian penting dari budidaya ikan. Terbatasnya kemampuan pengadaan benih oleh lembaga yang terkait menuntut peran peroranganikelompok untuk melakukan kegiatan pembenihan ikan. Usaha pembenihan ikan yang dilakukan oleh masyarakat di Kabupaten Sleman menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Melihat kenyataan tersebut, sangat menarik untuk dilakukan penilaian atas investasi dari berbagai usaha pembenihan ikan rakyat. Untuk itulah penelitian ini dilakukan pada tahun 2000. Penelitian ini menggunakan data cross-section dengan mewawancarai 25 pembenih nila, 25 pembenih gurami dan 25 pembenih lele dumbo. Untuk melihat kelayakan investasi pada usaha pembenihan ikan digunakan analisis pendapatan, analisis finansial, analisis ekonomi serta analisis sensitivitas. Dari analisis pendapatan menunjukkan bahwa pendapatan bersih dari pembenihan nila sebesar Rp 4.614.512,00/1000m2/th dengan R/C rasio 1,95, pembenihan gurami memberi pendapatan bersih Rp 3.018.924,00/1000m2/th dengan R/C rasio 1,87 dan pendapatan bersih pembenihan lele dumbo sebesar Rp 443.513,00/1000m2/th dengan R/C rasio 1,37. Secara finansial dan ekonomi, dalam jangka panjang, dengan suku bunga 20 persen hanya investasi pada pembenihan nila dan gurami yang layak untuk dilakukan. Dari sisi pelaku, kegiatan pembenihan nila lebih menguntungkan, sedang dari sisi masyarakat, pembenihan gurami lebih besar manfaatnya. Jika terjadi perubahan pada harga output dan harga input 10 persen serta perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika, secara finansial investasi pada pembenihan nila dan gurami masih layak dilakukan. Secara ekonomi, investasi pada pembenihan nila tidak lagi layak dilakukan saat terjadi a) perubahan harga ouput 10 persen, b) perubahan harga output bersamaan perubahan harga input sebesar 10 persen, c) nilai tukar US $ 1,00 setara dengan Rp 10.000,00, d) nilai tukar US $ 1,00 setara dengan Rp 11.000,00 dan e) nilai tukar US $ 1,00 setara dengan Rp 12.000,00.
One way of conserving fish genetic resources is through cultivating of which fish hatchery is an important aspect. Limited capacity of government agency in fish hatchery requires private, either corporation or individual, role in this area. The rapid growing of farmer fish hatchery in Sleman Regency makes it interesting to do an investment analysis of farmer fish hatchery of varying fish. That is for such purpose that the present research was done in 2000. Cross section data from farmer interviews were used. Twenty-five farmers each were randomly selected from those who engaged in fish hatchery of nila tilapia, gourami, and catfish. Investment feasibility was examined through income analysis, financial analysis, economic analysis, and sensitivity analysis. Income analysis revealed that a net income of Rp 4,614,512 per 1,000 m2 yearly could be generated from nila tilapia fish hatchery with an R/C ratio of 1.95. The respective figures for gourami and catfish were respectively Rp 3,018,924 and Rp 443,513 with an R/C ratio of 1.87 and 1.37. In the long run, with interest rate of 20 percent, fish hatchery of nila tilapia and gourami are the only financially and econimcally feasible alternatives. From investor point of view, nila tilapia fish hatchery give a higher profit, but from public point of view, more advantages may come from fish hatchery of gourami. When there is a price change in both input and output by 10 percent, those two activities are still feasible financially. However, nila tilapia fish hatchery is economically not feasible if there is a) an output price changes by 10 percent, b) a simultaneous price change in both output and input by as much as 10 percent, c) an exchange rate of US $ 1.00 to Rp 10,000 — Rp 12,000.
Kata Kunci : Usaha Pembenihan Ikan Rakyat, Investasi, Pendapatan, Finansial, Ekonomi, Sensitivitas, Farmer Fish Hatchery, Investment, Income, Financial, Economy, Sensitivity