Laporkan Masalah

RESPON MASYARAKAT TERHADAP KEBIJAKAN RELOKASI PADA KAWASAN RAWAN BENCANA (KRB) (Studi Kasus: Relokasi Desa Glagaharjo)

DIAN AYUNINGTYAS, Dr. Phil. Gabriel Lele, M.Si.

2013 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)

Penelitian ini mengenai analisis perbedaan respon pro dan kontra oleh masyarakat dalam relokasi permukiman yang berada di kawasan rawan bencana Gunung Merapi. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan sebab munculnya perbedaan respon pro dan kontra dalam menanggapi kebijakan relokasi pada kelompok sasaran kebijakan relokasi pada kawasan rawan bencana masyarakat Desa Glagaharjo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini akan menjelaskan mengenai adanya perbedaan cara dan sudut pandang dari masyarakat dalam merespon kebijakan relokasi. Adapun lokus dari penelitian ini adalah di Desa Glagaharjo yang seluruh wilayahnya berada pada kawasan rawan bencana III gunung Merapi. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan kebijakan relokasi pada kawasan rawan bencana, terdapat perbedaan respon yang ditunjukkan oleh masyarakat di Desa Glagaharjo sebagai salah satu kelompok sasaran kebijakan. Perbedaan sikap masyarakat dalam merespon kebijakan relokasi ini diantaranya disebabkan oleh kejelasan/pemahaman masyarakat terhadap kebijakan relokasi, cakupan perubahan dari masyarakat yang dituntut dari adanya kebijakan relokasi, serta kondisi sosial budaya masyarakat. Perbedaan respon pro dan kontra terhadap kebijakan relokasi ini dapat dilihat dari perbedaan penilaian, sikap, serta tindakan antar masing-masing kelompok sasaran kebijakan. Masyarakat yang pro terhadap kebijakan relokasi menilai kebijakan ini menguntungkan karena selain mereka mempunyai hunian di lokasi yang aman, lahan mereka yang lama juga masih dapat dimanfaatkan. Sementara tindakan nyata yang ditunjukkan masing-masing kelompok sasaran adalah pada kelompok sasaran yang kontra adalah dengan membangun kembali hunian tetap yang berada di kawasan rawan bencana. Selain itu mereka juga memasang beberapa spanduk penolakan relokasi yang berada di dusun mereka, dan juga dengan cara melakukan demonstrasi untuk menolak relokasi. Untuk menghindari kesalahpahaman antara pemerintah dengan masyarakat maka hendaknya komunikasi yang berupa sosialisasi tentang kebijakan relokasi maupun dialog terbuka harus lebih ditingkatkan. Dengan melakukan sosialisasi yang lebih sering maka akan berdampak pada tingkat penerimaan isi kebijakan terhadap masyarakat yang lebih jelas.

This research describe the analysis of the differences in the response by the public in the relocation of settlements located in disaster-prone areas of Mount Merapi. This study aims to find differences in the response for the emergence of relocation policy in response to the relocation of policy target groups in disaster-prone areas Glagaharjo villagers. This study used a descriptive research method with a qualitative approach. This research will explain the differences in the way and viewpoints from the public in response to the relocation policy. The locus of this study is on the whole territory Glagaharjo village located in disaster-prone region III of Merapi Mountain. Sources of data used in this study are primary and secondary data. Data collection techniques used is by interview and documentation. From the research conducted it can be concluded that the implementation of the relocation policy on disaster-prone areas, there are differences in the response shown by the people in the village Glagaharjo as one target group policy. The difference in the attitude of the community's relocation policy to respond to them due to the clarity/understanding people's relocation policy, the scope of the public demanded a change of the policy of relocation, as well as the social and cultural conditions. Differences in responses for and against relocation policy can be seen from the difference in assessment, attitudes, and actions between each target group policy. Society of the pro-rate the policy of relocation policy is advantageous because in addition they have a residence in a secure location, land long they can still be used. While the action shown each target group is the target group of the cons is to rebuild permanent housing located in disaster-prone areas. In addition they also put up some banners rejection relocations in their village, and also by way of demonstration to resist relocation. To avoid misunderstandings between the government and the public communication should be dissemination of relocation policy and open dialogue should be further improved. By socializing more often it will have an impact on the level of public acceptance of the policy content clearer.

Kata Kunci : Kebijakan Publik, Kebijakan Relokasi Pada Kawasan Rawan Bencana, Respon Kebijakan.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.