STUDI KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA GURAMI DENGAN MEDIA KOLAM JARING APUNG (Studi Kasus di Dusun Combongan, Desa Jambidan, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta)
MUCHAMMAD FAIZIN, Dr. Henry Yuliando, STP, MM, M.Agr.
2013 | Skripsi | TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIANDesa Jambidan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, DIY, merupakan desa yang sudah dikenal sebagai penghasil ikan gurami, terutama bibitnya. Di desa ini juga banyak terdapat kubangan bekas galian batu bata yang tidak dimanfaatkan. Adapun masalah yang sering dihadapi para pembudidaya di sini antara lain adanya predator dan adanya penyakit baik dari faktor lingkungan maupun faktor bakteri. Masalah lainnya yaitu mereka masih menganggap bahwa budidaya gurami sebagai usaha sampingan karena membutuhkan waktu yang lama sekitar satu tahun. Di sisi lain, permintaan ikan gurami konsumsi selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya dan daerah DIY sendiri belum bisa dipenudi oleh para pembudidayanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan usaha budidaya gurami dengan media kolam jaring apung sebagai solusi dari permasalahan-permasalahan di atas dan menguji kelayakan usaha tersebut baik secara teknologi maupun keuangan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat dirumuskan bahwa usaha budidaya gurami dengan media kolam jaring apung dapat menjadi salah satu solusi permasalahan budidaya seperti: lamanya waktu panen, adanya predator, dan penyakit. Selain itu, usaha ini juga dinilai layak dijalankan baik secara teknologi maupun keuangan.
Jambidan Village, Sub-district of Banguntapan, Bantul Regency, DIY, is a village well known as the production center of gurami, especially the fingerlings. In this village also existed a lot of mudholes ex-brick quarry unused. Otherwise, the problem faced by farmers such as predators and diseases both by the factors of bacteria and environment. Another problem is the farmers assume that gurami farm as the sideline bussiness because it needs time about one year. At the same time, the demand of gurami in Yogyakarta could not be fulfilled by its own farmers. The purpose of this study is to applicate the cultivation of gurami with pool floating nets as the solutions of above problems and test the feasability both technology and finance. Based on the study result, it can be formulated that the cultivation of gurami with pool floating nets could be the solution of the cultivation that need the length of time, predators, and diseases. Moreover, this business is feasible to be done both technology and finance.
Kata Kunci : Desa Jambidan, kubangan, permintaan gurami, jaring apung, dan analisis kelayakan usaha, Jambidan Village, mud hole, gurami demand, floating nets, analysis of business feasibility