Laporkan Masalah

SIMULASI PERSEDIAAN JAGUNG PADA PERUSAHAAN PAKAN TERNAK DENGAN PENDEKATAN SISTEM DINAMIS ( Studi Kasus di PT. Charoen Pokhpand Indonesia )

M. ABDILLAH ALKAFI, Ibnu Wahid Fakhrudin Aziz, STP, MT

2014 | Skripsi | TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

persediaan sehingga Fluktuasi pasokan akan menyebabkan ketidakstabilan mengakibatkan meningkatnya kemungkinan tidak terpenuhinya permintaan. Sehingga dibutuhkan penyesuaian persediaan terhadap permintaan konsumen untuk mencapai tingkat pelayanan yang tinggi. Penelitian dilakukan dengan mengidentifikasi sistem dasar rantai pasok jagung yang difokuskan pada persediaan bahan baku jagung perusahaan. Selanjutnya adalah dengan memodelkan sistem rantai pasok dengan software sistem dinamis yaitu Powersim Studio 9 Express yang kemudian dilakukan validasi. Selanjutnya dilakukan simulasi untuk mengetahui kondisi awal persediaan dan permintaan. Tahap akhir adalah melakukan simulasi skenario 1 dan 2 untuk melihat perubahan kondisi sistem. Sistem rantai pasok jagung terbagi menjadi tiga subsistem, yaitu subsistem supplier bahan baku, subsistem industri, dan subsistem konsumsen pakan. Kondisi fluktuasi pasokan mengakibatkan perusahaan kurang responsif dalam memenuhi permintaan konsumen yang ditunjukkan dengan permintaan 894,45 ton/hari dan pasokan 712,33ton/hari. Potensi peningkatan permintaan sebesar 10% mendorong PT. CPI Semarang untuk meningkatkan persediaan sebesar 11% dengan peningkatan biaya sebesar 1%. Pada skenario 2, kondisi peningkatan permintaan sebesar 15% diiringi dengan kenaikan biaya pesan 10% berpengaruh terhadap total biaya naik sebesar 10% dan penambahan pasokan sebesar 16%.

Fluctuations in supply will cause instability of inventory. It result to increase possibility of unfulfilled demand. So it is necessary to make inventory adjustments to consumer demand in achieving a high level of service . Study was conducted by identifying the basic system of maize supply chain focused on corn feedstock supply company . Furthermore is modelling supply chain system with a dynamic software system Powersim Studio 9 Express and then performed validation . Simulation is performed to determine initial conditions of supply and demand . The final stage is to perform simulation scenario 1 and 2 to see changes in system conditions . Maize supply chain system is divided into three subsystems , namely subsystem suppliers of raw materials , industrial subsystems , and consumer subsystems . Fluctuations in supply conditions resulted in company less responsive to meet consumer demand as indicated by demand 894.45 tons / day and supply 712.33 tons / day . Potential increase in demand by 10 % pushing PT . CPI Semarang to increase inventory by 11 % with 1% increase in total costs . In scenario 2 , increased in demand by 15% followed by 10% increase of order cost that affect total cost rose by 10 % and increase supply by 16 % .

Kata Kunci : jagung, sistem dinamis, peningkatan kinerja, rantai pasok, persediaan.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.