Laporkan Masalah

PEMBERDAYAAN KOMUNITAS ANAK MISKIN MELALUI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER OLEH LSM ANAK WAYANG INDONESIA DI KOTA YOGYAKARTA

BOBY NOVIANTO, Nur Azizah, SIP, M.Sc

2014 | Skripsi | ILMU PEMERINTAHAN (POLITIK DAN PEMERINTAHAN)

Kenakalan anak dan remaja dirasakan semakin meningkat, terlebih di kota seperti Yogyakarta. Wilayah yang rentan melahirkan kenakalan anak dan remaja adalah perkampungan perkotaan. Rendahnya kesejahteraan ekonomi, kurangnya pendidikan, dan sempitnya area publik bagi tumbuh kembang anak sejak usia dini mengakibatkan berkembangnya anak dan remaja nakal. Anak-anak mengalami gangguan perkembangan kejiwaan, sehingga mereka sulit mengalami kehidupan sosial yang baik dan apabila dibiarkan tanpa perlakuan memadai, karakter mereka menjadi buruk dan mengarah ke perkembangan menjadi anak-anak nakal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran AWI dalam pemberdayaan komunitas anak miskin melalui pengembangan pendidikan karakter, dan mengidentifikasi implikasi dari pemberdayaan komunitas anak-anak miskin terhadap peningkatan karakter anak miskin di perkampungan Kota Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data primer yang dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam, dan data sekunder yang diperoleh deng an teknik dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa AWI adalah LSM sebagai bagian dari masyarakat sipil yang sejak awal mendedikasikan diri pada pemberdayaan komunitas anak-anak miskin perkampungan Kota Yogyakarta. Ada empat strategi pemberdayaan yang dikembangkan oleh AWI melalui pendidikan karakter, yaitu : (a) pengembangan pembelajaran informal, (b) fasilitasi ruang ekspresi seni dan budaya, (c) pelibatan keluarga dalam pemberdayaan, dan (d) pengembangan masyarakat dan lingkungan yang ramah anak. Dengan strategi pemberdayaan ini, komunitas anak-anak miskin di bawah binaan AWI mengalami banyak perubahan perilaku, yang merefleksikan peningkatan nilai-nilai karakter menjadi lebih baik, khususnya dalam empat hal, antara lain (a) memiliki kemampuan cara berfikir dan komunikasi lebih baik, (b) mengembangkan kemampuan aktualisasi diri melalui media ekspresi seni dan budaya, serta daya partisipasi lebih tinggi dalam setiap program dan kegiatan AWI, (c) mempunyai kemampuan komunikasi lebih tinggi dengan intensitas interaksi lebih banyak bersama orangtua, dan (d) mempunyai kemampuan untuk bersikap harmonis dengan lingkungan dengan selalu menjaga suansana kebersihan dan perdamaian di lingkungan sekitarnya.

Juvenile delinquency has increasingly been felt in urban areas, including in Yogyakarta Muncipality. The areas vulnerable to lead a juvenile delinquency are slum urban settlement. The low level of economic welfare, lack of education, and the narrow public areas for children to grow and develop since the earlier phase of life cause the increasing amount of juvenile delinquency. Children have disorder in mental development, so they are difficult to have better social life and if it is ignored with no adequate treatment, their character become worse and lead to the development of juvenile delinquency. Therefore, the purposes of this st udy are to analyze the roles of AWI in the empowerment of the poor children community through the development of character education, and to identify the implication of the empowerment of the poor children community on the increasing character of the poor children in the slum urban settlement of Yogyakarta Municipality. The study was conducted using a descriptive qualitative method. The data used in the study were primary data collected through observation and in-depth interview, and secondary data obtained using a documentary technique. The data collected were then analyzed in a descriptive and qualitative manner. Results of the study indicate that AWI was a non-government organization as a part of the civil society that since the beginning greatly dedicates itself to the empowerment of the poor children community in the slum urban settlement of Yogyakarta Municipality. There were, at least, four empowerment strategies AWI developed through character education: (a) the development of informal learning, (b) the facilitation of art and cultural expression spheres, (c) the involvement of family in the empowerment, and (d) the development of children-friendly society and environment. By the empowerment strategies, the poor children community under the assistance of AWI have many behavioral changes, thus reflecting the increasing of character values to be better, particularly in four aspects, including (a) developing better thinking and communication capabilities, (b) developing self-actualization through art and cultural expression as well as the higher level of participatory capabilities in each program and activity by AWI, (c) developing the higher level of communication with the more intensity of interaction with parents and (d) developing the capability to be harmonious with environment by always maintain the nuance of cleanness and peace in the surrounding environment.

Kata Kunci : AWI, komunitas anak miskin, pemberdayaan komunitas, pendidikan karakter, perubahan perilaku


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.