Translation of Idioms in Woody Allen’s Melinda and Melinda: Problems and Strategies
DHIAN HEYDA AGUSTINA, Amin Basuki,S.S., M.A.
2014 | Skripsi | SASTRA INGGRISSkripsi ini meneliti tentang permasalahan dan strategi penerjemahan dalam penerjemahan idiom di film Melinda and Melinda (2004). Secara khusus, skripsi ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesepadanan dan penggunaan strategi penerjemahan dalam penerjemahan idiom. Penelitian ini menggunakan metode perbandingan melalui penyeleksian data dan menganalisisnya dengan membandingkan teks bahasa sumber dan bahasa sasaran, kemudian diklasifikasikan berdasarkan kategori strategi penerjemahan yang telah diusulkan oleh Mona Baker, dan Vinay dan Darbelnet. Dalam hasil penelitian ini terdapat 10 masalah mengenai ketidaksepadanan. Spesifiknya, dari 16 data yang ditemukan, 14 idiom yang diterjemahkan menggunakan cara parafrase menghasilkan 8 terjemahan yang tidak sepadandan 2 idiom yang masing-masing diterjemahkan menggunakan cara penghilangan dan terjemahan literal, juga menghasilkan terjemahan yang tidak sepadan. Hasil-hasil ini menunjukkan bahwa penerjemahan idiom di film ini adalah penerjemahan yang kurang bagus, dapat diketahui dari jumlah tejemahan yang tidak sepadan adalah yang terbanyak. Selain strategi yang dipakai oleh penerjemah, prosedur penerjemah dalam menggunakan strategi penerjemahan juga menjadi alasan munculnya masalah dalam menerjemahkan idiom di film ini.
This research attempts to investigate the translation problems and strategies in translating idioms found in Melinda and Melinda (2004) movie. Particularly, it aims to examine the equivalent result of idioms translation in the movie and the use of translation strategies applied by the translator. This study used comparative research method, where the data were selected and analyzed by comparing both the SL and TL text, then classified based on some categories of translation strategies suggested by Mona Baker, and Vinay and Darbelnet. The results of this research showed that there are 10 data in which problems of non-equivalence occur. Specifically, out of 16 data, 14 idioms translated by paraphrase result in 8 non-equivalent translation and 2 idioms, each translated by omission and literal translation, all result in non-equivalent translation. These results suggest that idioms translation of the movie is not quite a good translation by knowing that non-equivalent translation becomes the majority. In addition to translation strategies applied, translator‟s procedures in using the strategies also become the reason for problems in translating idioms in the movie.
Kata Kunci : Idiom, kesepadanan, masalah penerjemahan, strategi penerjemahan