Laporkan Masalah

PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK KULIT BATANG JAMBU METE (Anacardium occidentale Linn) DALAM BAHAN KUMUR TERHADAP KEPADATAN KOLAGEN PADA PENYEMBUHAN LUKA (Kajian pada Guinea pig)

WINADI SURYANATA WOE, drg. Harsini, M.S.

2013 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGI

Bahan kumur merupakan larutan yang digunakan untuk membilas rongga mulut dengan sejumlah tujuan, salah satunya sebagai bahan terapeutik. Bahan kumur dengan kandungan herbal menunjukkan beberapa keuntungan. Kulit batang jambu jambu mete mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, asam anakardat, dan kardol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak kulit batang jambu mete sebagai bahan kumur terhadap kepadatan kolagen dalam proses penyembuhan luka (Kajian pada Guinea pig). Tiga puluh enam ekor Guinea pig dicabut gigi incisivus kanan bawahnya dan dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan, yaitu kelompok yang diberikan ekstrak kulit batang jambu mete 3%, 5%, 7% pada pagi dan sore hari. Sampel kemudian didekapitasi masing-masing 4 ekor dari setiap kelompok pada hari ke-3, 7, dan 14, kemudian jaringan gingiva dan periodontalnya diambil untuk dibuat peparat histologis dengan pengecatan Trichrom Mallory. Kepadatan serabut kolagen dinilai dengan rentang skor 0-4. Data yang diperoleh kemudian diuji dengan uji Kruskal-Walis dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata kepadatan kolagen meningkat dari hari ke-3 hingga 14. Uji Kruskal-Walis menunjukkan adanya pengaruh hari dan konsentrasi (p < 0,05) terhadap kepadatan kolagen. Uji Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan signifikan (p < 0,05) antar konsentrasi 3%, 5%, dan 7% pada masing-masing hari perlakuan dengan skor kepadatan kolagen tertinggi terdapat pada konsentrasi 7%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah konsentrasi ekstrak kulit batang jambu mete dan hari berpengaruh terhadap kepadatan kolagen.

Mouthwash is a kind of solution that use for rinsing oral cavity with some purposes, such as therapeutic agents. Mouthwashes which contain herbal composition showed some advantages. Cashew stem bark contains alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, anakardat acid, and cardol. The aim of this study was to determine the effect of concentration of cashew stem bark extract in a mouthwash to collagen’s density in the wound healing process (Studies on Guinea pig). Thirty-six of Guinea pig’s lower right incisive was extracted and divided into 3 kinds of treatment groups, the groups which was given cashew stem bark extract concentration of 3%, 5%, 7% in the morning and afternoon. Four Guinea pig from each group were then decapitated on day 3, 7, and 14, then their gingival and periodontal tissue were taken for histological specimens made with Trichrom Mallory. Density of collagen fibers was assessed from a score that range 0-4. The data obtained were then tested with Kruskal-Walis and Mann-Whitney tests. The results were showed that the mean of collagen’s density was increasing from day 3 to 14. Kruskal-Walis test was showed the effect of day and concentration (p < 0.05) to collagen’s density. Mann-Whitney test was showed a significant differences (p < 0.05) among the concentration of 3%, 5%, and 7% on each treatment day with the highest score collagen’s density was occured on the concentration of 7%. The conclusion of this study was the concentration of cashew stem bark extract and days affects the density of collagen.

Kata Kunci : kolagen, penyembuhan luka, kulit batang jambu mete (Anacardium occidentale L.), collagen, wound healing, cashew stem bark (Anacardium occidentale L.)


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.