Laporkan Masalah

PENINGKATAN KUALITAS PERTAHANAN JEPANG SEBAGAI RESPON ANCAMAN KONFLIK ASIA TIMUR STUDI KASUS 2010 - 2012

ROY ROSA BACHTIAR, Stedi Wardoyo, S.S., M.A.

2014 | Skripsi | SASTRA JEPANG

Skripsi ini membahas tentang peningkatan kualitas pertahanan Jepang, baik secara diplomatis maupun perangkat pertahanan Jieitai berupa persenjataan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengindentifikasi permasalahan keamanan yang tengah dialami Jepang, serta menganalisis reaksi Jepang sebagai bentuk respon. Skripsi ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan sejarah sebagai kerangka berpikirnya. Langkah pertama yang dilakukan adalah pengumpulan data, lalu membaginya ke dalam data primer dan sekunder. Setelah mengelompokan kedua jenis data, kemudian dilakukan proses verifikasi untuk mengetahui kredibilitas data-data yang telah diperoleh. Langkah ketiga adalah interpretasi, dengan menggunakan teori dynamic deterrence sebagai alat analisis. Langkah terakhir adalah penulisan sejarah, dengan memaparkan data secara kronologis, serta tetap mempertahankan aspek kausalitas. Kesimpulan dari penelitian ini, diketahui reaksi Jepang cenderung pada pertahanan aktif. Pertahanan aktif yang dimaksud adalah dibangunnya sistem pertahanan anti-rudal balistik untuk menahan ancaman dari Korea Utara, dan membangun kerjasama pertahanan dengan negara di Asia demi mengimbangi hegemoni China. Langkah kerjasama tersebut secara tidak langsung juga mengurangi ketergantungan Jepang terhadap perlindungan bersenjata Amerika.

This research discusses about improvement of the quality of Japan's defense both diplomatically and defense in the form of Jieitai weaponry. The objectives of the research are to indentify the central security problems experienced by Japan as well as analyzing the response of Japan about this security problem. This research is a library research with historical approach as its framework. The first step in researching the case is done by collecting the data, dividing them into primary and secondary data. The researcher verifying the collected data to ensure their credibility after grouping them into two different groups. The third step is interpretation which applies dynamic deterrence theory as analysis tool. The last step is writing the data in historical chronology to retain aspects of causality. This research finds that Japan tend to be more active in the defense. The active defense here means building anti-missile defense systems to withstand ballistic threats from North Korea and build defense cooperation with countries in Asia to counterbalance China's hegemony. The cooperation indirectly also reduces the dependence of Japan against armed protection of America.

Kata Kunci : Jieitai, Konflik Regional, Reaksi Jepang, Peningkatan Kualitas, Kerjasama Pertahanan.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.