Analisis faktor yang mempengaruhi retensi dokter gigi di Kabupaten Banyumas
WIATMA, B. Agus, dr. Ali Ghufron Mukti, MSc.PhD
2001 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran GigiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor demografi, geografi, sikap terhadap institusi dan faktor sikap terhadap kebijakan Dinas Kesehatan terhadap retensi dokter gigi di kabupaten Banyumas. Kuesioner diberikan kepada responden untuk mengetahui retensi dan faktor yang mempengaruhinya. Responden adalah dokter gigi yang bekerja di Kabupaten Banyumas dan menjadi anggota PDGI dengan jumlah 31 dokter gigi yang terdiri dari 23 dokter gigi PNS dan 8 dokter gigi PTT. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan analitik dengan rancangan cross sectiondvariabel yang diteliti adalah variabel terpengaruh yaitu retensi dokter gigi dan variabel pengaruh yang terdiri dari umur, jenis kelamin, lama kerja, sikap terhadap penghasilan, sikap terhadap kearnanan kerja, sikap terhadap lingkungan kerja, sikap terhadap promosi, sikap terhadap otonomi dan tantangan kerja. Hasil analisis t-test yang menunjdckan perbedaan retensi dokter gigi adalah faktor jenis kelamin (p : 0,030). Dokter gigi perempuan tingkat retensinya lebih tinggi dibandingkan dokter gigi laki-laki. Dua faktor lain yaitu lokasi kerja (p : 0,594) dan status kepegawaian (p : 0,142) tidak memiliki perbedaan retensi yang signifikan. Dengan analisis regresi berganda terhadap retensi 23 dokter gigi PNS menunjukkan hanya dua variabel yang berpengaruh terhadap retensi kerja yaitu jenis kelamin (p : 0,025) dan lingkungan kerja (p : 0,000). Lingkungan kerja menunjukkan faktor yang sangat dominan terhadap retensi kerja dokter gigi di Kabupaten Banyumas. Faktor yang tidak berpengaruh secara signifikan adalah umur (p : 0,925), lama kerja (p : 0,850), sikap terhadap penghasilan (p : 0,268), sikap terhadap keamanan kerja (p : 0,872), sikap terhadap promosi (p : 0,826), sikap terhadap otonomi dan tantangan kerja (p: 0,762 ).
The study aims to observe the influence of demography, geography, and attitude towards institution, and attitude towards Health Bureau on the working retention of dentists in Banyumas Regency. Questionnaires were given to respondents to reveal their retentions and other influencing factors. The respondents are dentists who work in Banyumas Regency and those who are PDGI members (31 persons) consisting of 23 and 8 dentists that are PNS and PTT, respectively. Descriptive and analytical methods with cross-sectional design were used in this research. Observed variables are dependent variable consisting of retention of the dentists and independent variables, i.e., age, sex, working period, attitude towards income, working safety, working environment, work autonomy and challenge. Multiple regression and t-test were used for analysing the data. The result of t-test analysis shows that the retention difference @:0,030) is sex. Female dentists have higher retention than male. Meanwhile the working location (p: 0,594) and employment status (p:0,142), have no significant difference in retention. Multiple regression analysis towards working retention on 23 dentists of PNS shows only sex @: 0,025) and working environment (p:O,OOO) significantly influencing the working retention. In conclusion, working environment gives very dominant factor on working retention. Whereas factors with no significant influence are age @:0,925), working period @:0,850), attitude towards income (p:0,268), attitude towards working safety @:0,872), attitude towards promotions @:0,826), attitude towards working autonomy and challenge (p:0762).
Kata Kunci : Kesehatan Gigi, Retensi Dokter Gigi, working retention, working environment, promotion, work autonomy and challenge.