PEKERJA PEREMPUAN DAN SEGMENTASI PASAR KERJA MENURUT WILAYAH KEBUDAYAAN DI PROVINSI JAWA TIMUR (ANALISA SAKERNAS 2012)
PUPUT SETYANINGSIH, Abdur Rofi’, S.Si., M.Si
2013 | Skripsi | GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANProvinsi Jawa Timur berkembang sebagai The Emerging Province yakni provinsi yang menjadi lokomotif ekonomi Indonesia. Namun demikian , Jawa Timur menghadapi berbagai tantangan pemerataan pembangunan seperti perbedaan akses pekerjaan antara perempuan dan laki-laki. Perbedaan akses ini umumnya merupakan produk sosial budaya. Penduduk di Jawa Timur mempunyai tatanan masyarakat yang terkonstruksi berdasarkan adat budaya serta norma sosial yang spesifik pada masing-masing wilayah. Pandangan stereotipe terhadap perbedaan antara laki-laki dan perempuan seringkali tidak disadari sebagai suatu bentuk blokade terhadap masuknya penduduk dalam pasar kerja, utamanya perempuan. Bahkan pada pasar kerja berimbas pada timbulnya segmentasi pasar kerja. enelitian ini bertujuan untuk mengkaji P bagaimana segmentasi pasar kerja dan pekerja perempuan di Propinsi Jawa Timur menurut wilayah kebudayaan yang dibagi menjadi empat wilayah kebudayaan besar yaitu Mataraman, Arekan, Pandalungan dan Madura. Penelitian segmentasi pasar kerja ini berdasarkan jenis kelamin dan spesifik pada karakteristik pekerja berdasarkan lapangan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan segmentasi pasar kerja pada laki-laki dan perempuan menurut wilayah kebudayaan di Jawa Timur. Angkatan kerja perempuan yang bekerja dengan jam kerja penuh (≥35 jam seminggu) di wilayah kebudayan Madura tersegmen pada sektor pertanian, bahkan perempuan yang tersegmentasi pada sektor pertanian paling tinggi berada di wilayah kebudayaan Madura. Angkatan kerja yang bekerja perempuan dengan jam kerja penuh di wilayah kebudayaan Mataraman, Arekan dan Pandalungan baik laki-laki maupun perempuan tersegmen pada lapangan usaha di sektor non pertanian.
The East Java Province developed as The Emerging Province of Indonesia. But The East Java Province face many challenges such as the difference of oppurtunity between women and men which then generates constraints. Population in The East Java Province have constructed a society based on indigenous cultural and social norms that are specific to each area. Stereotypical view of the differences between men and women was not realizing as a form of blockade of the influx of people in the labour market, particularly women. Even the labour market impact on the labour market segmentation. was to s This research ee how the labour market segmentation and female workers in The Jawa Timur Province culture by region was divided into four major culture areas that is Mataraman, Arekan, Pandalungan and Madura. Research segmentation of labor market by gender and specific characteristics of workers based main industry. The findes of this research, there are differences in labor market segmentation by sex in the divisions of culture at East Java Province. Full employment in the region of Madura culture especially for women are highly segmented in the agricultural sector, even women who segmented the highest agricultural sector in the area of culture Madura on non-agricultural sector. Full employment in the region Mataraman culture, Pandalungan and Arekan’s culture especially women in the field of business segmented in non-agricultural sector.
Kata Kunci : pekerja perempuan, segmentasi pasar kerja, pembagian wilayah kebudayaan