Laporkan Masalah

Determinan permintaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan gigi pada klinik AKG Depkes Bandung

LAELA, Dewi Sodja, drg. Niken Widyanti S., MDSc

2001 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Gigi

Status kesehatan gigi masyarakat Indonesia menunjukan adanya indikasi kebutuhan akan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang tinggi, namun pada sisi lain permintaan masyarakat untuk berobat masih relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor-faktor komponen predsposing-enabfing- need yang kemungkinan memberi sumbangan pengaruh (determinasi) terhadap permintaan akan pelayanan kesehatan gigi pada klinik AKG Bandung. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan rancangan cross sechonal. Populasi penelitian adalah masyarakat kecamatan Sukajadi kotamadya Bandung. Jumlah sampel penelitian sebanyak 200 orang. Tehnik pengambilan sampel berdasarkan mdtis&ige cluster mndom sampling Analisis data kuantitatif menggunakan uji Chi-square dan analisis regrei logzktik muftivanat. Hasil penelitian menunjukan variabel yang mempengaruhi permintaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan gigi pada klinik AKG adalah tingkat pendidikan, anjuran kelompok referensi, pendapatan, persepsi sehadsakit, penyakit karies gigi dan status kesehatan jaringan periodontal (p < 0,05). Variabel aksesibilitas dan tarif pelayanan berdasarkan uji statistik tidak mempunyai hubungan dengan permintaan terhadap pelayanan kesehatan gigi pa& klinik AKG (@,05). Dari semua variabel yang diteliti variabel persepsi sehadsakit merupakan faktor yang paling mempengaruhi permintaan terhadap pelayanan kesehatan pada klinik AKG Bandung. Dengan demikian dapat disimpulkan permintaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan gigi pada klinik AKG Bandung berhubungan secara bermakna dengan komponen faktor predsposing (tingkat pendidikan dan an. wan kelompok referensi), faktor enabing (tingkat pendapat) dan faktor need(persepsi sehadsakit dan status kesehatan gigi).

The dental health status of the Indonesia population shows high for the service need of dental health service, but on the other hand, the demand to cure the mouth disease is relatively low. This research aimed to find out the relation among predisposing enabling-need factors that possibly give effect to the demand of dental health service, at AKG Bandung. This research was analytic and cross sectional method was conducted on 200 samples choose by multistage cluster random sampling for people of Kecamatan Sukajadi Kotamadya Bandung. The results of chi-square test and multivariant logistical regresion reverted that. The demand of the dental health service of the people at AKG Bandung clinic were influenced significantly toward the dental health service, educational level, advice from reference group, salary, society health ill persepsion, canes and periodontal tissue health status (p -= 0,05) but not for accesibility and care service cost toward the dental health service (p > 0,05). Variable of health-ill persepsion was the major factor that influence the demand of dental care service at AKG clinic. In conclussion that the society’s demand of dental care service at AKG clinic Bandung, related with predisposing factors (educational level, advice from reference group); enabling factors (sallary); and factor of need (health-ili w o n and dental health status).

Kata Kunci : Kesehatan Gigi,Kebutuhan Masyarakat,Klinik AKG,demand, dental care service, predisposing, enabling, need


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.