Laporkan Masalah

HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN DI KOTA MALANG

Anang Wahyudi, Prof. dr. Hamam Hadi, MS., Sc.D.

2013 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang : Upaya perbaikan gizi telah menetapkan 8 indikator keluaran antara lain 80% bayi usia 0-6 bulan mendapat ASI eksklusif. Secara nasional cakupan pemberian ASI ekslusif di Indonesia berfluktuasi dan menunjukkan kecenderungan menurun selama 3 tahun terakhir. Kota Malang berdasar laporan hasil operasional posyandu 2009 hanya 7,38% balita yang diberi ASI eksklusif dari 46001 balita. Kelompok ibu muda lebih cenderung tidak menyusui ASI daripada kelompok ibu yang lebih tua. KTD di Indonesia cukup tinggi, persentase kelahiran yang tidak diinginkan tersebut meningkat sejalan dengan meningkatnya umur ibu yaitu < 1% pada wanita berumur <20 tahun dan 38% pada umur 40-49 tahun. Kehamilan yang diinginkan diantara wanita yang melahirkan hidup kira-kira 46,6% sampai dengan 68,4% pada tahun 2000. Pada tahun 2001-2002 57% wanita menginginkan kehamilannya dan 44% tidak menginginkan kehamilannya. Ini artinya banyak kelahiran hidup yang dihasilkan dari KTD pada tahun 2002. Tujuan : Mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dengan KTD. enelitian ini adalah o Metode : P bservasional dengan rancangan penelitian case control dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Dalam studi ini Pemberian ASI diidentifikasi terlebih dahulu kemudian faktor resiko KTD dipelajari secara retrospektif. Hasil : Analisis bivariat menunjukkan bahwa bahwa nilai OR hubungan antara status kehamilan dengan pemberian ASI eksklusif adalah sebesar 2.83. Ini berarti bahwa ibu yang menginginkan kehamilannya berpeluang 2.83 kali lebih besar untuk memberikan ASI eksklusif dibandingkan dengan ibu yang tidak menginginkan kehamilannya, dan bermakna secara statistik dengan nilai p sebesar 0.02 (CI 95% 1.06-8.77.). Kesimpulan : Ibu yang menginginkan kehamilannya berpeluang 2.83 kali lebih besar untuk memberikan ASI eksklusif dibandingkan dengan ibu yang tidak menginginkan kehamilannya.

Background: Efforts in nutrition improvement have specified eight indicators of output such as 80% of infants of 0-6 months get exclusive breastfeeding. Coverage of exclusive breastfeeding in Indonesia fluctuates nationally and shows trend to decline during the past three years. Malang Municipality, based on operational report of integrated service post (posyandu) 2009, had only 7.38% of 46,001 children under five years breastfed. Young mothers tend not to breeastfeed than the older ones. Unwanted pregnancy in Indonesia is relatively high and the percentage is increasing in line with the increase of age of mothers, ie. < 1% in mothers of <20 years and 38% in those of 40-49 years. Wanted pregnancy in women giving live births is about 46.6% to 68.4% in 2000. In 2001-2002 57% of women had wanted pregnancy and 44% had unwanted pregnancy. This means there were many live births of unwanted pregnancy in 2002. Objective: To find out association between exclusive breastfeeding supplementation and unwanted pregnancy. Result: The result of bivariate analysis showed score of association between status of pregnancy and exclusive breastfeeding supplementation was OR 2.83. This indicated that mothers with wanted pregnancy had 2.83 times greater possibility for exclusive breastfeeding than those with unwanted pregnancy and this was statistically significant with score of p 0.02 (CI 95% 1.06-8.77). Conclusion: Mothers with wanted pregnancy had 2.83 timer greater possibility for exclusive breastfeeding than those with unwanted pregnancy. Method: The study was observational and used case control design with both quantitative and qualitative approaches. In this study exclusive breastfeeding was identified then risk factors of unwanted pregnancy were studied restrospectively.

Kata Kunci : Status Kehamilan, ASI eksklusif


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.