Laporkan Masalah

FAKTOR RESIKO SARAPAN PAGI DAN MAKANAN SELINGAN TERHADAP KEJADIAN OVERWEIGHT PADA REMAJA SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KOTA PONTIANAK

SHELLY FESTILIA AGUSANTY, Dr.rer.nat.dr. BJ. Istiti Kandarina

2013 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang : Overweight dan obesitas merupakan masalah kesehatan masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian yang serius karena merupakan peringkat kelima penyebab kematian di dunia. Overweight dan obesitas pada masa anak dan remaja mempengaruhi kejadian overweight dan obesitas pada masa dewasa. Masa remaja merupakan masa dimana terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang cepat dan rentan terjadi gangguan pada status gizinya. Pola dan perilaku makan pada anak dan remaja mempengaruhi kesehatannya. Beberapa penelitian perspektif tentang hubungan antara perilaku sarapan dan status gizi menunjukkan bahwa dengan meningkatnya frekuensi sarapan pagi dapat menurunkan risiko overweight dan obesitas dan ada hubungan tidak sarapan pagi dengan meningkatnya berat badan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko sarapan pagi dan makanan selingan terhadap kejadian overweight pada remaja SMA di Kota Pontianak. Metode penelitian : Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional pada remaja SMA. Tahap awal dilakukan skrining untuk mengetahui prevalensi overweight pada remaja. Tahap selanjutnya dilakukan penelitian kasus kontrol dengan kasus sebanyak 100 remaja SMA yang overweight sedangkan kontrol sebanyak 100 remaja SMA yang tidak overweight dengan jenis kelamin, umur dan asal sekolah yang sama. Data yang dikumpulkan berupa data berat badan dan tinggi badan untuk mengukur status gizi, data identitas dan karakteristik responden, data pola konsumsi sarapan pagi dan makanan selingan serta aktivitas fisik. Data diolah dan dianalisis menggunakan uji Chi Square dan uji regresi logistik. Hasil : Prevalensi overweight kelompok remaja pada penelitian ini sebesar 16,8%. Ada hubungan sarapan pagi dengan kejadian overweight (p<0,05) dengan Odd Ratio (95% CI) sarapan pagi sebesar 3,1 (1,4-7,47). Tidak ada hubungan makanan selingan dengan kejadian overweight, tetapi ada hubungan antara frekuensi makanan selingan, energi makanan selingan, dan karbohidrat makanan selingan dengan kejadian overweight dengan Odd Ratio (95% CI) frekuensi makanan selingan 1,9 (1,05-3,50), energi makanan selingan 2,1 (1,13-4,02) dan karbohidrat makanan selingan 4,5 (1,94- 11,50). Hasil analisa multivariat menunjukkan bahwa sarapan pagi, karbohidrat makanan selingan dan aktifitas merupakan variabel yang berhubungan dengan kejadian overweight. Kesimpulan : Remaja yang tidak rutin sarapan pagi berisiko menjadi overweight dibandingkan remaja yang rutin sarapan pagi. Remaja yang mengkonsumsi makanan selingan lebih dari dua kali dalam sehari berisiko menjadi overweight dibandingkan remaja yang mengkonsumsi makanan selingan dua kali atau kurang dalam sehari.

Background : Overweight and obesity are seriously health problems because they are the fifth leading risk for global deaths and need more seriously concern to prevent and treatment. Overweight or obesity during childhood and adolescence are important risk factors for the presence of adult overweight or obesity. Physical growth and development experienced are increasing significantly in adolescents and susceptible to have nutrition problems. Eating habits in childhood and adolescence influence their healthy condition. Prospective studies of breakfast habits in children and adolescent and nutritional status suggest an inverse (protective) association between the frequency of eating breakfast and the risk for overweight and obesity and no relationships between breakfast and increasing body weight. Objective : To examine risk factor of breakfast and snacking related to overweight status in adolescents. Methods : This was observational study in adolescent in senior high school. First step of study was screening to have prevalence of overweight in adolescents. The second step was case control study participated 100 overweight adolescents and 100 normal weight adolescents in senior high school matching with sex, age and school. Data collected were weight and height measurements for nutritional status, responden identity and characteristic, breakfast dan snacking habits and physical activity. Statistical analysis used Chi square statistics and multivariable logistic regression analyses were applied. Results : Prevalence of overweight in adolescents were 16,8%. There were significant association between breakfast with overweight (p<0,05). The odds ratio for the association with overweight were 3.1 (95% CI: 1.4-7.47) for breakfast. There was no association between snacking and overweight, but there were significant association between frequency of snacking, energy of snacking, and carbohydrate of snacking with overweight. The odds ratio for the association with overweight were : 1.9 (1.05- 3.50) for frequency of snacking; 2.1 (1.13-4.02) for energy of snacking; 4.5(1.94- 11.50) for carbohydrate of snacking. In multivariate model, breakfast habits, carbohydrate of snacking and physical activity were significant association with overweight. Conclusion: Skipping breakfast was a risk factor for overweight in adolescence. Adolescents who had snacking more twice a day were having risk factor for overweight.

Kata Kunci : Sarapan pagi, makanan selingan, overweight


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.