DURASI DAN KUALITAS TIDUR HUBUNGANNYA DENGAN OBESITAS PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI KOTA YOGYAKARTA DAN KABUPATEN BANTUL
Dewi Marfuah, Prof.dr. Hamam Hadi, MS, Sc.D.
2013 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: prevalensi obesitas di Indonesia diperkirakan akan terus meningkat setiap tahunnya. Banyak faktor yang menyebabkan obesitas, salah satunya adalah durasi dan kualitas tidur. Durasi tidur pendek dan kualitas tidur yang kurang baik menyebabkan peningkatan asupan energi dan peningkatan perilaku sedentari yang akan berdampak pada obesitas pada anak. Tujuan: mengetahui perbedaan durasi dan kualitas tidur anak obes dan tidak obes serta untuk meneliti apakah durasi tidur pendek dan kualitas tidur yang buruk merupakan faktor risiko obesitas pada anak-anak sekolah dasar di Yogyakarta. Metode: penelitian kasus kontrol yang dilakukan pada tahun 2013. Sebanyak 244 anak obes dipilih secara acak dan 244 kontrol dipilih dari siswa sekolah dasar yang tidak obes dari survei cross-sectional yang dilakukan sebelumnya di kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul. Informasi kualitas tidur dikumpulkan menggunakan kuesioner sleep self report, sementara durasi tidur dikumpulkan menggunakan recall aktivitas fisik selama minggu terakhir. Asupan gizi dikumpulkan menggunakan kuesioner frekuensi makanan dan data sosial ekonomi dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur. Hasil: ada hubungan yang signifikan antara durasi tidur dengan obesitas. Peluang obesitas 1,7 (OR = 1,74, 95% CI, 1,06-2,84) kali lebih tinggi pada anak yang tidurnya < 10 jam/hari daripada anak yang tidurnya ≥ 10 jam/hari. Anak yang kualitas tidurnya buruk 1,9 (OR = 1,88, 95% CI: 0,95-3,71) kali lebih tinggi cenderung menjadi obesitas daripada anak yang kualitas tidurnya baik. Namun, hubungan ini secara statistik tidak signifikan. Kesimpulan: durasi tidur pendek berhubungan dengan peningkatan kemungkinan obesitas pada anak sekolah dasar.
Background: the prevalence of obesity in Indonesia is expected to continue to increase each year. Many factors contribute to obesity, one of which is the duration and quality of sleep. Short sleep duration and poor sleep quality lead to increased energy intake and increased sedentary lifestyle that will have an impact on obesity in children. Objective: to examine the difference in duration and quality of sleep between obese and non obese children, and to examine whether short sleep duration and poor sleep quality are risk factors of obesity in elementary school children in Yogyakarta. Methods: a case control study was conducted in 2013. A random sample of 244 obese and 244 grade-matched non obese elementary school students were selected form a cross-sectional survey previously done in the city of Yogyakarta and Bantul regency. Information of sleep quality was collected using sleep self report questionnaires while sleep duration was collected using recall of physical activity during the last week. Nutrient intakes were collected using a food frequency questionnaires and socio-economic were collected using structured questionnaires. Results: there was a significant relationship between sleep duration and obesity. The odds of being obese was 1,7 (OR = 1,74, 95% CI; 1,06 – 2,84) times higher in children who slept <10 hours/day and those children who slept ≥ 10 hours/day. Children with low quality of sleep was 1,9 (OR = 1,88, 95% CI: 0,95 to 3,71) times more likely to be obese than children with good quality of sleep. However, the association was not statistically significant. Conclusion: short sleep duration was associatied with increased odds of being obese in elementary school children.
Kata Kunci : durasi tidur, kualitas tidur, obesitas, anak sekolah dasar.