KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PETERNAKAN KAMBING PERAH PASCA ERUPSI MERAPI DI KECAMATAN PAKEM, KABUPATEN SLEMAN
HAPSARI ANGGRAINI, Dr. Ir. Rini Widiawati, MS.
2013 | Skripsi | ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan finansial usaha kambing perah penerima bantuan pasca erupsi Merapi di Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman. Waktu pelaksanaan penelitian pada bulan Juli sampai dengan Desember 2013. Responden adalah peternak kambing perah dari Kelompok Ternak Ngudi Makmur dan Kelompok Ternak Etawa Lestari yang terletak di Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman. Responden diambil secara purpossive masing-masing kelompok sebanyak 23 dan 10 responden. Data diambil dengan metode survey melalui wawancara langsung kepada responden menggunakan kuesioner. Data yang diperoleh kemudian ditabulasi, dibuat cash flow dengan jangka waktu 5 tahun, dan selanjutnya dilakukan analisis finansial dan sensitivitas. Kriteria kelayakan usaha yang digunakan adalah NPV, B/C, dan IRR dengan df 12% per tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha kambing perah pada kondisi peternak saat penelitian adalah layak diusahakan meskipun dengan pendapatan yang kecil dengan NPV; Rp10.833.585,66 selama 5 tahun atau sebesar Rp 180.560,00/bulan, B/C; 1,3, dan IRR; 81,07%. Berdasarkan analisis sensitivitas, pendapatan terbesar didapat dengan penurunan mortalitas 5%, sedangkan biaya tenaga kerja dan hijauan tidak dinilaiuangkan.
The aim of this research was to determine the financial feasibility of the dairy goat farming after the eruption of Merapi in Pakem, Sleman. The research was conducted from July to December 2013. Respondents were the farmers from Ngudi Makmur Farmer Group and Etawa Lestari Farmer Group, and both of them were located in Pakem, Sleman. Respondents were chosen as purpossive sampling method with some criteria and each farmer group consists of 23 and 10 farmers. The data were collected with survey method and questionnaire. The data were tabulated and made into cash flow with 5 years period, then analyzed with financial and sensitivity analysis. The criterias of financial feasibility were B/C, NPV, and IRR with 12% df per annum. The result showed that the dairy goat farming of the farmer's existing condition was feasible with NPV; 10.833.585,66 IDR for 5 years or 180.560,00 IDR monthly, B/C; 1,3, and IRR; 81,07%. Based on the sensitivity analysis, the highest income could be reached by reducing the mortality up to 5%, forage cost and concentrates cost unvalued.
Kata Kunci : usaha kambing perah, pasca erupsi Merapi, analisis finansial, analisis sensitivitas.