Laporkan Masalah

KARAKTERISASI MATAAIR DI KECAMATAN GEDANGSARI, KABUPATEN GUNUNGKIDUL

IDEO KRISTO CAHYADI, Dr. M. Pramono Hadi, M.Sc.

2014 | Skripsi | GEOGRAFI

Mataair merupakan salah satu sumber air bagi kehidupan manusia. Mataair yang diteliti berada pada Perbukitan Baturagung di Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul. Pentingnya peranan mataair di Kecamatan Gedangsari menjadi alasan penelitian ini dilakukan. Tujuan pertama penelitian ini yaitu mencari tahu karakter mataair dan daerah resapan setiap mataair di Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul melalui metode analisis deskriptif karakter mataair berupa debit dan fluktuasi aliran mataair. Tujuan kedua yaitu mencari tahu faktor makrorelief yang mempengaruhi debit dan fluktuasi mataair di daerah penelitian dengan menganalisa hubungan faktor litologi, geologi, geomorfologi, serta penggunaan lahan baik di sekitar lokasi kemunculan mataair maupun di daerah resapan mataair yang diperkirakan sehingga diketahui tipe mataair yang ada di Kecamatan Gedangsari Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi wawasan mengenai karakter mataair dan daerah resapan mataair di daerah penelitian. Melalui pengetahuan tentang karakter mataair daerah resapan mataair diharapan pemerintah dan masyarakat dapat menjaga setiap daerah resapan itu demi keberlangsungan mataair itu sendiri. Pengambilan sampel dengan metode pengambilan sampel tidak acak (non probability sampling) dilakukan pada setiap mataair yang dimanfaatkan penduduk di Kecamatan Gedangsari. Teknik pengumpulan data yang dilakukan ialah melalui langkah observasi, wawancara (interview) dengan penduduk sekitar mataair,serta pembacaan peta (map reading) daerah penelitian. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisa dekriptif, asosiatif, dan kausatif. Hasil penelitian diperoleh bahwa mataair di Kecamatan Gedangsari yang diteliti tergolong dalam mataair asal proses struktural berupa mataair retakan (fracture spring or tubular spring) dan mataair kontak (contact spring). Mataair mayoritas memiliki debit <1 l/detik, dan sebagian lain memiliki debit >1 l/detik. Mataair yang memiliki debit >1 l/detik berada pada Formasi Kebobutak. Tebalnya formasi ini membuat cadangan air cukup besar walaupun kurang mendapat imbuhan dari air hujan. Faktor utama yang mempengaruhi debit dan fluktuasi mataair ialah struktur geologi berupa sesar dan arah perlapisan batuan.

Springs which have researched are located on Baturagung Hills of Gedangsari Sub Springs is one source of water for human life. -District, Gunungkidul Regency. The importance of the role of springs in the Gedangsari Sub-District become a reason the study was conducted . The first objective of this study is to find out the character of the springs and the springs catchment area on Gedangsari Sub-District, Gunungkidul through descriptive analysis methods such as debit and character springs springs flow fluctuations . The second objective is to find out the macrorelief factors that influence springs discharge and fluctuations in the study area by analyzing the correlation between lithology , geology , geomorphology , and land use in the vicinity of the emergence of both springs and springs catchment area are expected to know the type of springs that exist in the Gedangsari Sub-District. The results of this study are expected to provide insights into springs character and springs catchment areas character in the study area . Through knowledge of springs character and springs catchment area may the government and the people can keep each catchment areas for the sake of continuity of the springs themselves. The sampling method are not a random sampling ( non probability sampling ) was performed on each springs are utilized in Gedangsari Sub-District population . Data collection technique are through observation, interviews with a population of around springs , as well as reading maps ( map reading ) of research area. The analysis used in this study were descriptive analysis, associative, and causative. The result showed that the springs in the studied area belong to the structural form of the original springs springs fracture ( fractures spring or tubular spring ) and the contact springs. Majority of the springs have discharge < 1 l / sec , and others have a discharge > 1 l / sec. Springs which have a discharge > 1 l / sec is at Kebobutak Formation . Thickness of this formation is made up of water large enough despite lack of rainwater recharge. The main factors affecting the discharge and fluctuations springs are a geological fault structure and the direction of bedding rock .

Kata Kunci : mataair, debit dan fluktuasi mataair, curah hujan, penggunaan lahan, geologi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.