pengaruh insentif finansial dan non- finansial terhadap kepuasan kerja perawat honor di daerah terpencil dan sangat terpencil kabupaten kubu raya provinsi kalimantan barat
Fidi Rachmadi, Dr. Lutfan Lazuardi, M.Kes, Ph.D.
2013 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Kekurangan tenaga perawat merupakan masalah yang serius di beberapa negara. Di negara Amerika masalah kekurangan tenaga perawat di akui telah terjadi sejak tahun 1990, dengan jumlah perawat pada saat itu 199.400 di proyeksikan menjadi 874.900 pada tahun 2020. Selain itu di prediksikan pada abad ke-21 mungkin lebih buruk dari krisis tahun 1990. Berdasarkan hasil studi tentang tingkat turnover dan kekurangan jumlah perawat, penyebab terbesar meninggalkan profesinya sebagai perawat adalah ketidakpuasan kerja. Kepuasan kerja merupakan fenomena yang kompleks,di negara China, kepuasan kerja memiliki hubungan negatif terhadap niat untuk meninggalkan rumah sakit, dalam suatu studi ditemukan stress kerja dan peran konfik mempunyai dampak terhadap kepuasan kerja. Sedangkan di Australia kepuasan kerja berkaitan dengan gaji dan kebutuhan pekerjaan. Hal yang sama juga terjadi di Jordania studi mengatakan bahwa gaji yang cukup berhubungan dengan kepuasan kerja. Di Italia, faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja perawat berhubungan dengan peran manajemen, koordinasi, hubungan dengan tenaga kesehatan lain, seperti dokter, pasien dan keluarga pasien. Tujuan penelitian: Untuk mendeskripsikan tingkat kepuasan dan untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja perawat honorer di daerah terpencil dan sangat terpencil Kabupaten Kubu Raya. Metode penelitian: Merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional. Subjek penelitian ini adalah perawat honorer di Puskesmas Kabupaten Kubu Raya dengan jumlah sampel 47 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan survei menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan analisis univariabel, analisis bivariabel dengan uji Chi square dan analisis multivariabel dengan uji regresi logistik. Hasil: Kepuasan kerja para perawat yang bertugas di daerah terpencil dan sangat terpencil berada pada level moderat (53,19%) dan secara statistik terdapat hubungan yang signifikan antara variabel pelatihan dan peluang PNS dengan kepuasan kerja dimana nilai p < 0,05. Kesimpulan: Peluang menjadi PNS merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap kepuasan kerja dibandingkan dengan variabel lain; beban kerja, insentif, dan pelatihan.
Background: The shortage of nurse’s has emerged as a serious issue in most countries around the world. Its recognized as a problem again in America since 1990’s which had a short fall of nurses, which started at 199,400 in 1990 and projected to be 874.900 in 2020. Besides, there is some prediction about the shortage of nurses in 21 st century may be even worst than 1990 crisis. According to the studies on turnover rate and shortage of nurses, the greatest cause for leaving the nursing profession was job dissatisfaction. Job satisfaction is a complex phenomenon. In Republic of China, job satisfaction has a negative relationship with intention to leave their current hospital. In the studies were found occupational stress and role of conflict has impact to job satisfaction, while in Australia job satisfaction related to salary and task requirement. The same problem with Jordania nurses who get involved in studies on job satisfaction who that insufficient salary leads to job satisfaction.In Italy, factors influence nurses job satisfaction were related to role management style, coordinators, relationships with another health professionals such as medical doctors, and relationships with patients and their families. Objective: Purpose of this study was to describe the level of satisfaction and to determine the factors that influence job satisfaction nurses in rural dan remote areas in the district of Kubu Raya. Methode: This reseach is a descriptive with cross sectional study and chi square test were employed for statistical analysis of the variables. Result: Job satisfaction of nurses in rural and remote areas (57,45%) there is a statistically significant relationship between the variables of training and PNS opportunities with job satisfaction (p<0,05). Conclusion: Opportunities to civil servant is the most influence on job satisfaction compared to other variables; workload, incentives and training.
Kata Kunci : Kepuasan kerja, beban kerja, pelatihan, peluang menjadi PNS, perawat honorer, Kabupaten Kubu Raya.