KOMITMEN PEMBERANTASAN KORUPSI DI SEKTOR KESEHATAN PEMERINTAH
FAISAL, Dr. Sigit Riyanto, S.H., LL.M.
2013 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Korupsi menjadi permasalahan mendasar bahkan telah mengakar sehingga sulit untuk diberantas. Penanggulangan korupsi telah lama digalakkan di Indonesia, namun demikian korupsi masih saja mewabah di berbagai sektor. Sektor kesehatan pemerintah menjadi salah satu area yang sangat rentan terhadap korupsi. Kasus-kasus korupsi di lembaga kesehatan pemerintah telah menjadi sebuah pertanyaan mengenai komitmen mereka untuk mengeliminasi perilaku korupsi. Penelitian ini juga memberikan informasi mengenai peluang-peluang dan prevalensi korupsi lembaga kesehatan pemerintah. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan jenis penelitian cross sectional study. Unit analisis adalah lembaga kesehatan pemerintah. Responden adalah mahasiswa dan alumni IKM UGM yang bekerja di sektor kesehatan pemerintah dan diasumsikan mengetahui kondisi riil tempat kerja serta akan menjadi pemimpin di masa depan. Penelitian ini dilaksanakan pada 27 April hingga 17 Juni 2013. Hasil Penelitian: Responden yang mengikuti studi ini sebanyak 152 orang. Keinginan individu melawan korupsi sebesar 80%, tapi tingkat kepasrahan pada korupsi 63%, keseriusan pimpinan 36%. Situasi korupsi terjadi pada lemahnya transparansi dan akuntabilitas 69%, Bentuk korupsi paling banyak adalah golongan korupsi ringan (absensi) 62%, dan korupsi berat (gratifikasi) hanya 44%. Kesimpulan: Komitmen anti korupsi di sektor kesehatan pemerintah masih rendah dan sebatas pada komitmen individu. Korupsi hampir terjadi di semua instansi dengan prevalensi paling tinggi adalah korupsi ringan. Peluang korupsi terjadi akibat lemahnya transparansi dan akuntabilitas.
Background: Corruption has become a fundamental problem even rooted so that it was difficult to eradicate. Prevention of corruption have also implemented in Indonesia, however, corruption is still going on in various sectors. The public health sector is one area that is very prone to corruption. Corruption cases that have occurred in the public health sector to be a question about government's commitment to combating corruption. This study also provides information about the opportunities and prevalence of public health sector corruption. Method: This research is quantitative descriptive with cross sectional study types. The unit of analysis is the government health institutions. Respondents are IKM UGM students and alumnis who work in the public health sector and they were assumed to know the real condition of the workplace and will be the leaders in the future. The survey was conducted from April 27th until June 17th,2013 Result: Respondents who participated in this study are 152 respondent. 80% individual desires against corruption, but abandonment rate in corruption 63%, leaders commitment 36%. Corruption situation occurs in a lack of transparency and accountability is 69%. Most form of corruptions are lightly corruption (absenteeism) 62%, and severe corruption (gratuities) 44%. Conclusion: Commitment to fighting corruption in the public health sector is still low and limited to individual commitments. Corruption occurs in almost all instances. Highest prevalence of corruption is lightly corruption. While the chances of corruption occurs due to lack of transparency.
Kata Kunci : Komitmen pemberantasan korupsi, lembaga kesehatan pemerintah, peluang