PEMANFAATAN INCENERATOR UNTUK LIMBAH MEDIS PUSKESMAS DI KABUPATEN BANTUL (STUDI KASUS PUSKESMAS SRANDAKAN)
Sri Sudewi, Prof. dr. Hari Kusnanto, DrPH.
2013 | Tesis | S2 Kesehatan Masyarakat/MMPKLatar belakang : Limbah di pelayanan kesehatan telah menjadi focus dalam dunia kesehatan saat ini. Penanganan limbah yang tepat tentu memiliki dampak yang lebih baik bagi lingkungan sekitarnya. Puskesmas Srandakan telah memiliki program pengolahan limbah di tempat mereka, situasi ini juga telah di dukung pada keberadaan incenerator. Pembakaran limbah, baik yang dihasilkan oleh pihak internal puskesmas juga berasal dari puskesmas atau praktik dokter swasta. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk pengelolaan limbah medis di puskesmas Srandakan. Metode : Peneltian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Unit anilisis dalam penelitian ini adalah puskesmas. Penelitian dilakukan di Puskesmas Srandakan, Bantul, yogyakarta pada bulan Agustus 2012 hingga Maret 2013. Subjek penelitian sebanyak 36 orang dimana mereka diambil melalui teknik purpossive sampling. Pengambilan informasi pada penelitian ini dilakukan dengan indepth interview, FGD, observasi, dan telaah dokumen. Hasil : Penelitian ini menunjukkan proses pengelolaan limbah medis telah sesuai dengan SOP. Namun pengiriman limbah masih sering terkendala dengan waktu dan transportasi. Hasil buangan insinerator juga telah mengakibatkan pencemaran. Kesimpulan : Regulasi dan kebijakan pengelolaan limbah sudah ada, namun belum ada kesepakatan dalam sistem pengelolaan limbah Layanan kesehatan terutama untuk upaya reduce, upaya recycle dan reuse limbah B3 dan peraturan tarif incinerasi dalam bentuk perda. Sehingga peran dinas dan sektor pendukung lainnya tidak hanya formalitas.
Background : Medical wastes in health care has been a focus in the healthcare world today. Proper waste handling would have a better impact to the surrounding environment. Srandakan Health Center has had programs in place their waste management, this situation has also supported the existence of incinerators. Burning of waste, either internally generated by the clinic also came from primary health care or private doctors. This study aims to describe the management of medical waste management in primary health care of Srandakan. Method : This study used a qualitative approach with a design case study. The unit analysis in this study is primary health care. The study was conducted at the health center Srandakan, Bantul, Yogyakarta in August 2012 to March 2013. Research subjects were 36 people where they are taken through a purposive sampling technique. Data collection used was indepth interviews, focus group discussions, observation, and document review. Result : This study shows the process of medical waste management in accordance with the SOP. But the waste shipment was often constrained by time and transportation. waste products of incineration also have resulted in contamination. Conclusion : Medical waste management has been qualified. However, the orientation of the medical waste management is still limited in the handling, not the sources and green.
Kata Kunci : limbah medis, puskesmas, pengelolaan.