The Impacts of Domestic Violence in Alice Walker’s The Color Purple
MARINDA PRADIPTA DWI GHAISANI, Nur Saktiningrum, S.S., M.Hum.
2013 | Skripsi | SASTRA INGGRISThe Color Purple karya Alice Walker adalah sebuah novel tentang Cellie, seorang gadis Afrika-Amerika yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga di keluarga orientasi dan keluarga prokreasi pada awal abad ke duapuluh. Penelitian ini memiliki dua tujuan. Yaitu untuk meneliti dampak dari kekerasan dalam rumah tangga pada karakter Cellie dan membandingkan serta mengontraskan pengalaman Cellie dengan kondisi sebenarnya dari wanita Afrika-Amerika yang mengalami pengalaman kekerasan dalam rumah tangga yang serupa pada awal abad ke duapuluh. Oleh karena itu, skripsi ini menggunakan pendekatan mimetik M. H. Abrams yang membandingkan dan mengontraskan temuan yang ditemukan dari pembacaan novel dengan seksama dengan fakta dan informasi terkait mengenai kekerasan dalam rumah tangga dalam masyarakat Afrika-Amerika pada awala abad ke duapuluh. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kekerasan dalam rumah tangga mempengaruhi kehidupan Cellie. Ditemukan bahwa Cellie mengalami kehamilan di usia remaja, stres dan amenor. Selain itu, kekerasan dalam rumah tangga juga mempengaruhi gagasan Cellie untuk bertahan hidup, kepercayaan diri yang rendah, dan pilihannya terhadap hubungan pribadi. Kekerasan dalam rumah tangga serupa juga dialami wanita-wanita yang hidup di bagian selatan Amerika Serikat pada awal abad ke duapuluh. Dampak dari kekerasan dalam rumah tangga yangmereka alami tersebut mirip dengan pengalaman Cellie, walaupun reaksi mereka terhadap kekerasan dalam rumah tangga berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa karya sastra adalah cermin dari masyarakat yang merefleksikan kenyataan, namun tidak sepenuhnya identik.
Alice Walker’s The Color Purple is a novel about Cellie, an African-American girl who experiences domestic violence in her family of orientation and family of procreation, in the early twentieth century. This research has two objectives. They are to investigate the impacts of the domestic violence on Cellie’s character and to compare and contrast Cellie’s experience to the real condition of African-American women who underwent similar experience of domestic violence in the early of twentieth century. This graduating paper makes use of M. H. Abrams’ mimetic approach which compares and contrasts the findings found from close reading of the novel with the related fact and information of domestic violence in African-American society in the early twentieth century. The result shows that domestic violence influences Cellie’s life. She experiences teenage pregnancy, stress and amenorrhea. The domestic violence also influences Cellie’s idea to survive, low self esteem, and her choice in private relationship. Similar domestic violence was experienced by the African-American women living in the southern part of United States of America in the early twentieth century. The impacts of domestic violence that they experienced were similar with Cellie’s, even though their reactions toward the domestic violence were different. This appears that literary work is the mirror of the society which reflects reality, but not totally identical.
Kata Kunci : kekerasan dalam rumah tangga, keluarga orientasi, keluarga prokreasi, Afrika-Amerika, awal abad ke duapuluh, mimetik